Bacaan : 2 Timotius 1:6-12
Kesunyian membangunkan saya pada pukul 5.30 di suatu pagi. Tidak ada
deru sepoi-sepoi baling-baling kipas angin, tidak ada dengungan
lemari es yang menenangkan di lantai bawah. Sekilas pandangan ke
luar jendela mempertegas bahwa listrik yang padam telah membuat
semua orang di lingkungan kami tidak nyaman tepat ketika mereka
bersiap-siap untuk berangkat bekerja.
Saya sadar jam alarm tidak akan berbunyi, dan tidak akan ada berita
televisi. Mesin pembuat kopi, pemanggang roti, pengering rambut, dan
banyak telepon tidak dapat digunakan. Memulai hari tanpa listrik
sebenarnya hanya sekadar ketidaknyamanan dan gangguan rutinitas,
tetapi jadi terasa bagaikan bencana.
Kemudian saya sadar betapa seringnya saya terburu-buru memasuki hari
tanpa kekuatan rohani. Saya menggunakan lebih banyak waktu untuk
membaca surat kabar daripada Alkitab. Mendengarkan Roh digantikan
dengan mendengarkan siaran radio. Saya menghadapi orang-orang dan
situasi sulit dengan roh ketakutan, bukannya dalam roh “kekuatan,
kasih, dan ketertiban” yang telah Allah berikan bagi kita (2
Timotius 1:7). Pastilah saya kelihatan tidak rapi secara rohani,
seperti orang yang berpakaian dan berdandan dalam gelap.
Peristiwa listrik yang padam itu hanya sebentar, tetapi pelajarannya
tetap tinggal, yaitu mengingatkan saya akan kebutuhan saya untuk
memulai hari dengan mencari Tuhan. Kekuatan-Nya bukan demi
kesuksesan atau kesejahteraan saya, melainkan supaya saya dapat
memuliakan Kristus dengan tinggal di dalam kuasa-Nya —David
McCasland
ROH MANUSIA AKAN MEMBUAT KITA GAGAL
APABILA ROH KUDUS TIDAK MENGISI KITA
|