Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > IKATAN KELUARGA
< Juli
2004
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Senin, 19 Juli 2004

Bacaan Setahun : Mazmur 23-25; Kisah 21:18-40
Nats : Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan (Efesus 2:21)

IKATAN KELUARGA

Bacaan : Efesus 2:11-22

Seorang pria tua yang mengunjungi sebuah galeri seni sangat terkesan melihat sebuah lukisan yang menggambarkan Kristus di atas salib. Lukisan itu begitu nyata dalam menggambarkan penderitaan Juruselamat, sehingga hatinya dipenuhi ucapan syukur atas harga mahal yang telah dibayar Tuhan Yesus untuk menebusnya. Dengan air mata berlinang di pipinya, ia berseru, “Pujilah Dia! Saya mengasihi-Nya! Saya mengasihi-Nya!”

Para pengunjung lain yang berdiri di dekatnya merasa heran mendengar perkataan pria itu. Seseorang dari mereka maju dan mengamati lukisan itu. Ia pun segera merasakan perasaan yang mendalam terpancar dari dalam hatinya. Sambil menoleh ke arah pria tua itu, ia menjabat erat tangannya dan berkata, “Saya juga! Saya juga mengasihi-Nya!” Adegan itu terulang ketika pria ketiga dan keempat melintas, menatap lukisan itu, dan berseru, “Saya juga mengasihi-Nya!” Walaupun pria-pria ini berasal dari gereja yang berbeda, mereka merasakan ikatan yang sama karena iman mereka di dalam Kristus.

Sebagai orang percaya, kita memerlukan kesadaran akan kesatuan rohani kita dengan orang kristiani lainnya. Kita perlu berpusat pada dasar yang kita setujui, seperti kasih kita kepada Juruselamat yang telah mati untuk kita, daripada bertengkar seputar pokok persoalan yang kurang berguna.

Dengan mengabaikan perbedaan pendapat, kita sebagai orang percaya yang telah dibayar dengan tebusan darah seharusnya mengakui bahwa kita mempunyai satu ikatan keluarga yang kuat di dalam Kristus —Richard De Haan

KETIKA KITA MENGHAMPIRI KRISTUS
KITA DIDEKATKAN SATU SAMA LAIN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran