Bacaan : Roma 1:18-32
Ketakutan yang tidak wajar, atau fobia, menyiksa banyak
orang. Ada yang takut terhadap keramaian, tempat terbuka atau
ketinggian. Bahkan ada yang disebut teofobia, yaitu rasa takut
akan keberadaan Allah atau penyangkalan yang kuat akan
keberadaan-Nya.
Tetapi tentu saja teofobia jarang ditemukan, bukan? Mungkin
juga tidak. Dalam kitab Roma tertulis bahwa musuh-musuh Allah
menyingkirkan segala pengetahuan tentang keberadaan-Nya dari
pikiran mereka (1:28). "Pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati
mereka yang bodoh menjadi gelap" (ayat 21).
Karena itu kita tak perlu terkejut bila Thomas Nagel,
seorang profesor filsafat dan hukum dari Universitas New York,
memakai logika untuk menjelaskan tentang "ketakutan terhadap
agama." Dalam bukunya yang berjudul The Last Word (Kata
Terakhir), ia dengan jujur mengakui bahwa ia "sangat dipengaruhi
oleh ketakutan ini," dan berkata, "Saya berharap Allah itu tidak
ada!"
Terlepas dari ketakutan seseorang terhadap hal-hal yang
berbau keagamaan, Allah benar-benar ada dan Dia rindu untuk
menjadi Juruselamat kita. Saat kita membuka pikiran dan hati kita
bagi Injil Yesus Kristus, pandangan kita terhadap kehidupan akan
berubah secara menyeluruh--dari pandangan pesimis yang penuh
ketakutan--menjadi pandangan optimis yang penuh pengharapan.
Kemudian, dengan rasa takut akan Tuhan yang selayaknya kita
miliki, maka kita akan terbebas dari segala jenis ketakutan yang
mengganggu hidup kita.
Sudahkah Anda menemukan pengharapan dan keyakinan di dalam
Kristus? --VCG
BERIMANLAH KEPADA KRISTUS
MAKA DIA AKAN MENGHAPUSKAN KETAKUTAN ANDA
|