Bacaan : 1Tesalonika 1
Beberapa tahun lalu, jutawan Eugene Lang diminta berbicara
di depan siswa-siswa kelas enam di sebuah sekolah dasar di East
Harlem, sebuah wilayah kumuh di New York. Apa yang dapat
dikatakannya untuk membangkitkan semangat para siswa yang
sebagian besar akan putus sekolah itu? Catatan yang telah
dibuatnya tak jadi dibacakannya, dan ia langsung berbicara dari
lubuk hatinya: "Tetaplah bersekolah," ia menasihati, "saya akan
menanggung biaya pendidikan kalian."
Peristiwa itu mendatangkan suatu perubahan. Untuk pertama
kalinya dalam hidup mereka, para pelajar ini memiliki
pengharapan. Seorang siswa berkata, "Kini ada sesuatu yang saya
nanti-nantikan, dan ada sesuatu yang sedang menanti saya.
Benar-benar membahagiakan." Hampir 90 persen siswa di kelas itu
terus melanjutkan studi hingga lulus dari SMU.
Orang-orang yang tak berpengharapan adalah orang-orang tanpa
masa depan. Namun, tatkala pengharapan dipulihkan, kehidupan pun
dipulihkan. Hal ini terutama berlaku bagi orang yang mengenal
Kristus. Dia memberikan dasar yang pasti tentang pengharapan. Dia
telah berjanji untuk datang kembali dan membawa kita ke rumah
yang kekal (Yohanes 14:3; 1Tesalonika 4:17). Sebelum saat itu
tiba, kuasa Roh Kudus akan menolong kita (1Tesalonika 1:5). Kini
orang-orang percaya mengalami hidup baru, dan mengharapkan
penggenapannya saat Yesus datang kembali.
Apakah pengharapan ini juga bersemi dalam hati Anda? Jika
tidak, akuilah bahwa Anda adalah orang berdosa. Percayailah
Kristus sebagai Juruselamat Anda. Dan, Dia akan memberi Anda
pengharapan yang membuat hidup Anda berharga --MRDII
JIKA KRISTUS HIDUP DALAM HATI ANDA
ANDA AKAN MEMILIKI PENGHARAPAN YANG HIDUP
|