Bacaan : 2Korintus 10
Pernahkah Anda mencoba mendefinisikan sebuah kata dengan
menggunakan kata itu sendiri? Anda tak perlu mencobanya karena
Anda tak akan berhasil. Anda tidak dapat menjelaskan sebuah
istilah dengan cara membandingkannya dengan kata itu sendiri.
Sebagai contoh, Anda tidak dapat berkata, "Menjadi sombong
artinya dipenuhi dengan kesombongan."
Fakta juga menunjukkan bahwa Anda tak dapat menggambarkan
sebuah kata dengan membuat definisi Anda sendiri. Mungkin Anda
senang bermain-main, seperti yang kadangkala dilakukan oleh
keluarga kami, dengan berlomba mencari definisi terlucu dari
sebuah kata yang tidak diketahui artinya. Tetapi sesungguhnya
kita dapat mencari arti sebuah kata dengan cara membuka kamus.
Kebenaran ini juga berlaku dalam menilai karakter seseorang.
Dalam 2Korintus 10, Rasul Paulus menunjukkan kebodohan manusia
yang mencoba menilai karakter diri sendiri dengan menggunakan
pendapat sendiri (ayat 12-18). Kita bisa salah dalam menilai diri
sendiri bila kita mengandalkan pedoman kita sendiri. Kita harus
menggunakan ukuran yang Allah berikan. Dia menilai hidup kita
dengan standar karakter dan tujuan-Nya yang tak pernah berubah.
Siapa diri kita adalah siapa kita menurut penilaian Tuhan.
Ketika kita melihat kehidupan kita dan hal-hal yang kita
lakukan dalam melayani Tuhan, biarlah kita tidak terlalu cepat
memuji diri. Cara yang benar untuk menguji adalah dengan melihat
diri sendiri, apakah kita benar-benar termasuk "orang yang dipuji
Tuhan" (ayat 18) --MRDII
UNTUK MELIHAT DIRI ANDA YANG SEBENARNYA
PANDANGLAH KRISTUS
|