Bacaan : Matius 6:1-18
Seorang ahli fisika bernama Gerald Schroeder, rekan sekerja
saya, merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Ketika merenungkan
tentang usianya, ia pun menyadari bahwa ia telah melewati
sebagian besar hidupnya. Selama berpuluh-puluh tahun ia telah
menolong para petani di negara-negara yang sedang berkembang.
Usahanya telah menyelamatkan ribuan orang dari kelaparan, dan hal
ini memberinya kepuasan yang besar. Namun kini ia merindukan
suatu makna yang tidak hanya bertahan di dunia kita saat ini yang
dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia tahu bahwa meskipun ilmu
pengetahuan telah mencapai kemajuan dalam meningkatkan kualitas
hidup jutaan orang, namun tetap tidak dapat memuaskan jiwa yang
dahaga. Oleh karenanya, ia mulai mencari kedamaian batin.
Yesus berkata bahwa untuk menemukan makna yang kekal, kita
harus mengenal Allah dan hidup bagi Dia. Perbuatan baik yang
dilakukan untuk memperoleh penghargaan dari manusia tidaklah
mempunyai nilai yang berarti, tetapi bila perbuatan itu dilakukan
bagi Allah, maka akan memberi upah yang kekal (Matius 6:1-18).
Kebaikan yang tampak sepele sekalipun, misalnya memberi secangkir
air, mempunyai nilai yang kekal bila dilakukan dalam nama-Nya
(Markus 9:41).
Adakah Anda merindukan makna hidup ini? Pertama-tama,
percayalah kepada Yesus sebagai Juruselamat pribadi Anda.
Kemudian, lakukanlah segala sesuatu bagi Dia. Jika Anda
melakukannya, suatu hari kelak Anda akan berdiri di hadapan-Nya,
mendengar pujian-Nya, dan menerima upah yang kekal --HVL
SUATU KEHIDUPAN YANG FANA AKAN SEGERA BERLALU--NAMUN APA YANG
DIKERJAKAN BAGI KRISTUS AKAN BERTAHAN SAMPAI KEKEKALAN
|