Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > MENEKAN TOMBOL
< Oktober
1999
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Selasa, 26 Oktober 1999

Bacaan Setahun : Markus 11-13
Nats : Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat (1Yohanes 5:3)

MENEKAN TOMBOL

Bacaan : 1Tesalonika 5:12-24

Saya tidak berhasil melatih Steven untuk selalu mematikan lampu setiap kali meninggalkan kamar tidurnya. Saya sudah frustrasi untuk memberitahunya dari waktu ke waktu supaya ia menekan tombol lampu sebelum keluar.

Ketika saya merenungkan hal itu, saya sampai pada kesimpulan berikut: Sebenarnya Steve dapat mematikan lampu. Saya telah memerintahkannya. Ia tahu itu ide yang baik. Hanya, ia sulit membiasakan diri untuk menekan tombol itu.

Sepertinya hal ini juga sering kita alami, bukan? Renungkan hal-hal yang Allah firmankan kepada kita dalam Alkitab, yang harus kita kerjakan. Sebagai contoh, "Bersukacitalah senantiasa" (1Tesalonika 5:16). Sebenarnya kita mampu bersukacita. Kita telah diperintahkan untuk menyatakan sukacita yang dari Tuhan. Kita tahu itu ide yang baik. Namun tampaknya kita tidak dapat menjadikan sukacita sebagai suatu kebiasaan.

Seperti halnya Steven yang perlu melatih diri untuk menekan tombol lampu setiap kali meninggalkan kamarnya, kita pun perlu melatih diri untuk menaikkan ucapan syukur, pujian, dan hormat kita kepada Allah dalam segala situasi.

Renungkan beberapa perintah Allah yang lain: Percayalah kepada TUHAN (Amsal 3:5). Hendaklah kamu penuh dengan Roh (Efesus 5:18). Tetaplah berdoa (1Tesalonika 5:17). Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1Petrus 1:15-16).

Adakah kita menerima perintah Allah dengan serius? Adakah kita bersandar kepada-Nya agar dimampukan untuk melakukan apa yang Dia ingin kita lakukan?

Mari kita melatih diri untuk "menekan tombol" --JDB

HAMBA-HAMBA KRISTUS HARUS MENJADI TUAN ATAS DIRI MEREKA SENDIRI
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini