Bacaan : 1Tesalonika 5:12-24
Saya tidak berhasil melatih Steven untuk selalu mematikan
lampu setiap kali meninggalkan kamar tidurnya. Saya sudah
frustrasi untuk memberitahunya dari waktu ke waktu supaya ia
menekan tombol lampu sebelum keluar.
Ketika saya merenungkan hal itu, saya sampai pada kesimpulan
berikut: Sebenarnya Steve dapat mematikan lampu. Saya telah
memerintahkannya. Ia tahu itu ide yang baik. Hanya, ia sulit
membiasakan diri untuk menekan tombol itu.
Sepertinya hal ini juga sering kita alami, bukan? Renungkan
hal-hal yang Allah firmankan kepada kita dalam Alkitab, yang
harus kita kerjakan. Sebagai contoh, "Bersukacitalah senantiasa"
(1Tesalonika 5:16). Sebenarnya kita mampu bersukacita. Kita
telah diperintahkan untuk menyatakan sukacita yang dari Tuhan.
Kita tahu itu ide yang baik. Namun tampaknya kita tidak dapat
menjadikan sukacita sebagai suatu kebiasaan.
Seperti halnya Steven yang perlu melatih diri untuk menekan
tombol lampu setiap kali meninggalkan kamarnya, kita pun perlu
melatih diri untuk menaikkan ucapan syukur, pujian, dan hormat
kita kepada Allah dalam segala situasi.
Renungkan beberapa perintah Allah yang lain: Percayalah
kepada TUHAN (Amsal 3:5). Hendaklah kamu penuh dengan Roh (Efesus
5:18). Tetaplah berdoa (1Tesalonika 5:17). Kuduslah kamu, sebab
Aku kudus (1Petrus 1:15-16).
Adakah kita menerima perintah Allah dengan serius? Adakah
kita bersandar kepada-Nya agar dimampukan untuk melakukan apa
yang Dia ingin kita lakukan?
Mari kita melatih diri untuk "menekan tombol" --JDB
HAMBA-HAMBA KRISTUS HARUS MENJADI TUAN ATAS DIRI MEREKA SENDIRI
|