Bacaan : Ulangan 6:1-19
Putri sulung kami, Lisa, sedang mempersiapkan diri menjelang
hari pernikahannya, dan saya harus melakukan hal-hal yang tidak
biasa saya lakukan. Saya membeli barang-barang yang biasanya
tidak saya beli. Saya menaruh minat pada hal-hal yang biasanya
tidak saya minati: dekorasi, katering, lilin-lilin.
Manakala saya mengenang 22 tahun yang telah berlalu sampai
saat persiapan pernikahannya saat ini, saya mendapati dua hal
yang menonjol dalam hidup Lisa.
Yang pertama adalah adanya perubahan. Seolah baru beberapa
hari yang lalu putri kecil saya masuk ke kelompok bermain, dan
dengan kucir di rambutnya, menjadi maskot tim bola basket yang
saya latih. Kini, ia sudah menjadi seorang guru musik di sekolah
menengah dan sebentar lagi akan menjadi istri seorang pendeta
muda.
Yang kedua adalah ketakjuban karena menyadari bahwa sejauh
ini Lisa telah dibentuk melalui perintah-perintah dari Allah
sendiri. Ia telah mengalami apa yang disebut Yesaya sebagai
"menjadi murid TUHAN" (54:13). Hanya Allah yang dapat menjamah
hatinya sehingga ia menerima keselamatan. Hanya Roh Kudus yang
dapat memimpinnya ke jalan yang benar. Ya, hanya didikan Allah
saja yang sempurna.
Sekeras apa pun kita berusaha mempersiapkan kehidupan
anak-anak kita, semuanya itu tak ada artinya tanpa "ajaran dan
nasihat Tuhan" (Efesus 6:4). Pada saat kita mempersiapkan
anak-anak kita untuk masuk ke taman kanak-kanak atau untuk suatu
pernikahan, ingatlah dasar pengajaran di atas yang akan bertahan
seumur hidup --JDB
AJARLAH SEORANG ANAK BAGAIMANA SEHARUSNYA IA BERTINDAK
TETAPI PASTIKAN BAHWA ANDA SENDIRI SUDAH MELAKUKANNYA
|