Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > TITIK PUSAT
< Oktober
1999
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Sabtu, 2 Oktober 1999

Bacaan Setahun : Ester 8-10
Nats : Sekarang kita hendak maju ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa (Bilangan 14:40)

TITIK PUSAT

Bacaan : Bilangan 14:39-45

Bandul dari sebuah jam lemari berdetak setiap detik dengan ketepatan yang dapat diandalkan. Berkat gravitasi bumi, bandul itu berayun dengan bebas dari satu ujung ke ujung yang lain. Tetapi titik pusat tempat bergantungnya bandul itu memegang kendali dalam hal mengubah gerakan bandul menjadi energi yang membuat bandul itu berayun.

Dalam bacaan Kitab Suci hari ini, kita membaca betapa Israel seolah berayun dari satu kekuatiran ke kekuatiran yang lain, tetapi tidak stabil dan lepas kendali. Hubungan mereka dengan titik pusat, yakni Allah, telah putus. Setelah memata-matai Tanah Perjanjian, Yosua menantang bangsa itu untuk mematuhi Allah dan menduduki negeri itu. Namun, mereka justru mendengarkan laporan yang menggentarkan hati dari sepuluh pengintai dan mengundurkan diri (Bilangan 13:26-14:38). Sebaliknya, setelah Allah menghakimi, mereka segera bergegas menyerang negeri yang difirmankan Tuhan itu tanpa seizin-Nya (14:40).

Kita pun sering menunjukkan kecenderungan yang sama. Rasa takut seringkali menahan kita untuk melangkah maju dengan iman. Sebaliknya, sikap terlalu percaya diri dapat membuat kita tergesa-gesa dalam mengambil keputusan tanpa mencari pimpinan Allah.

Yesus juga mengalami pergolakan perasaan yang sama seperti kita (Markus 14:34; Yohanes 2:13-17), tetapi Dia tak pernah lepas kendali, Dia selalu berpegang teguh pada titik pusat, yakni kehendak Bapa-Nya (Markus 14:35-36; Yohanes 6:38).

Kita harus meneladani Yesus dalam menaati Firman Allah, mempercayai janji-janji-Nya, dan mencari pimpinan Roh Kudus. Dengan demikian kita dapat menjadi semakin serupa dengan Kristus --DJD

AGAR HIDUP ANDA STABIL, BERPEGANGLAH PADA FIRMAN ALLAH
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini