Bacaan : Matius 5:3-11
John McNeill baru berusia 19 tahun dan bekerja di kantor
jawatan kereta api ketika ia menerima Kristus sebagai
Juruselamatnya. Bertahun-tahun kemudian, penginjil sekaligus
pendeta asal Skotlandia yang amat disukai orang ini mengenang
kembali hari yang mengubah hidupnya itu.
"Kejadian itu bagai tirai yang dibukakan bagi saya,"
ujarnya. "Saya tidak merasakan sesuatu yang hebat; saya hanya
melihat sesuatu ketika menelusuri lorong stasiun. Pagi itu, saya
bertanya pada diri sendiri: \'Sudahkah stasiun ini dicuci bersih?\'
Tiba-tiba, dinding-dinding pembatas yang kusam karena asap dan
kerak hitam dari mesin-mesin kereta api berubah menjadi semakin
putih. Ternyata itu bukan dinding-dinding yang tadi. Ternyata itu
adalah hati saya yang menjadi terang ketika saya melangkahkan
kaki untuk pertama kalinya dalam terang keselamatan."
Uraian McNeill menggambarkan dengan indah salah satu aspek
dari sabda Yesus, "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena
mereka akan melihat Allah" (Matius 5:8). Saya suka cara Eugene
Peterson mengungkapkan hal itu: "Berbahagialah Anda yang
menempatkan hati dan pikiran dengan benar. Maka Anda akan melihat
Allah." Bila kita mengalami pengampunan dan penyucian dari Allah,
mata kita akan dibukakan untuk melihat Dia dalam kehidupan
sehari-hari, dan dengan cara-cara yang belum pernah kita alami
sebelumnya.
Jika saat ini hati Anda diliputi kekelaman karena Anda
menolak Allah, bersihkanlah dengan cara berserah kepada-Nya.
Dengan hati yang dimurnikan oleh Kristus, Anda akan melihat Dia
di mana-mana, di sekitar Anda --DCM
HATI YANG MURNI MEMAMPUKAN KITA UNTUK MELIHAT ALLAH
DALAM SEGALA HAL
|