Bacaan : Maleakhi 1
Selama berabad-abad manusia telah mencemari bumi. Bahkan
kini manusia juga telah mencemari ruang angkasa. Para pakar
menyatakan bahwa banyaknya benda-benda ruang angkasa buatan
manusia meningkatkan kemungkinan terjadinya tubrukan di ruang
angkasa. Selain satelit-satelit yang mengelilingi bumi kita, yang
memang bermanfaat, diperkirakan ada lebih dari sejuta potongan
kecil dan bongkahan-bongkahan besar logam yang mengitari bumi.
Manusia tidak hanya mencemari lingkungan fisiknya. Alkitab
menyatakan bahwa manusia juga cenderung mencemari ibadahnya
kepada Allah. Bila kita lalai memberikan penghormatan yang layak
kepada Allah, berarti kita mencemarkan nama dan reputasi Allah.
Itulah yang dilakukan umat Israel. Maleakhi 1 menggambarkan
bahwa umat Israel telah mencemari ibadah mereka dengan
mempersembahkan kepada Allah "roti cemar" mereka. Bahkan,
seandainya penghormatan yang setengah hati itu diberikan kepada
penguasa manusia saja, pastilah akan ditolak (ayat 7-8). Mereka
telah mengotori ibadah kepada Allah dengan mempersembahkan korban
yang najis dan dengan mengeluh bahwa Allah telah membuat mereka
bersusah payah (ayat 12-13).
Kita tahu bahwa ketidaktaatan dan kecemaran kita dapat
diampuni melalui belas kasihan Kristus yang masih berlaku sampai
saat ini. Tetapi, itu tidak akan mengubah kerusakan yang telah
ditimbulkannya. Allah layak menerima dan menuntut kesetiaan yang
tak tercemar. Marilah kita sungguh-sungguh menjaga diri dari
kecemaran dalam beribadah kepada Allah --MRDII
DENGAN IBADAH YANG BENAR KITA MENGAKUI
BAHWA ALLAH MEMANG LAYAK DISEMBAH
|