Bacaan : Mazmur 139:7-18
Saya sedang bekerja seorang diri di kantor ketika tiba-tiba
datang sebuah faks dari putri kami di Colorado. Di bagian atas
suratnya terdapat gambar kartun seekor kelinci yang lucu,
mengenakan topi koboi dan sedang mengayun-ayunkan tali laso.
Isi berita dari faks tersebut diawali dengan kata-kata, "Hai, apa
kabar Koboi Dave," dan diakhiri dengan, "Aku menyayangimu!"
Sungguh menyenangkan bila kita menerima telepon atau sepucuk
surat dari seseorang, meski isi beritanya hanya, "Aku senantiasa
teringat akan dirimu." Hal itu serta merta akan menghapus
kesepian kita.
Secara pribadi pemazmur merasakan perhatian Allah yang luar
biasa ketika menulis: "Bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya
Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu
lebih banyak daripada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku
bersama-sama Engkau" (Mazmur 139:17-18).
"Apabila aku berhenti." (versi New King James: When I awake:
ketika aku terjaga). Kita tidak tahu bagaimana keadaan Daud waktu
menuliskan mazmur ini. Mungkin saja ia melalui malam dengan tidur
yang gelisah, atau sebaliknya ia telah menikmati tidur yang
nyenyak. Namun yang jelas, Daud tahu persis bahwa Allah selalu
teringat akan dirinya, bahkan ketika ia tidur--begitu banyak
perhatian yang dicurahkan-Nya sehingga Daud tak mampu menghitung
semuanya.
Lain kali apabila Anda merasa kesepian, ingatlah bahwa Allah
yang telah mengutus Anak-Nya untuk mati bagi dosa-dosa Anda,
sedang memikirkan Anda dan berkata, "Aku mengasihimu!" --DCM
KESENDIRIAN YANG DILEWATKAN BERSAMA ALLAH
AKAN MERINGANKAN BEBAN KESEPIAN
|