Bacaan : 2Samuel 18:1-18,33
Para anggota keluarga sangat berduka ketika Cindy meninggal
dunia pada usia 32 tahun, namun mereka juga mengalami suatu
penghiburan yang besar. Mereka tahu Cindy memiliki iman yang
teguh kepada Yesus. Mereka juga yakin Cindy tahu bahwa ia
sungguh-sungguh dicintai. Dan ketika ia meninggal, seluruh
keluarga tidak merasakan penyesalan sebab selama ini mereka telah
menjalin hubungan yang indah dengannya.
Dalam dukacitanya, Raja Daud tidak mendapati hal-hal yang
menentramkan semacam itu. Ia tahu bahwa putranya, Absalom, telah
meninggal sebagai seorang pemberontak. Saya yakin, Daud menyesal
akan teladan yang ia berikan kepada Absalom selama hidupnya
(pernikahannya yang berkali-kali; dosanya bersama Batsyeba, dan
perselisihan keluarganya yang tak kunjung terselesaikan).
Kita tak dapat menghindari kematian anggota keluarga, tetapi
kita dapat melakukan banyak hal untuk mengurangi dukacita tatkala
hal itu terjadi. Mulai saat ini kita dapat berkomitmen untuk
menempatkan kemuliaan Allah dan kepentingan orang yang kita
kasihi di atas keinginan pribadi yang egois. Kita dapat berbicara
kepada mereka tentang iman kita dalam Kristus. Kita dapat
menyatakan kasih kita kepada mereka. Kita juga dapat melakukan
segala hal yang mungkin dilakukan untuk mengatasi perselisihan.
Memang dibutuhkan pengakuan yang rendah hati, dan itu tidaklah
mudah. Namun suatu hubungan yang telah diperbaiki dapat
mengurangi kesedihan ketika orang yang kita kasihi meninggal.
Apa yang Anda persiapkan supaya dapat menghadapi dukacita
tanpa penyesalan? --HVL
The death of people whom we love
Brings sorrow and deep pain;
But if our loved ones know the Lord,
Our loss becomes their gain. --Sper
HUBUNGAN YANG BAIK DALAM KEHIDUPAN
MENGURANGI SENGATAN DUKACITA DALAM KEMATIAN
|