Bacaan : Efesus 5:1-8
Anjing kami Yorkie, yang beratnya 4 kg, terus menyalak
sambil menggali tanah untuk memburu seekor bajing tanah yang
berlari ke bawah lumbung. Yorkie menatap saya, dan seolah
berkata, "Tak dapatkah kamu membantuku menangkapnya?" Saya tidak
membantunya, tetapi juga tidak menghardiknya. Sebenarnya saya
hanya ingin agar ia dapat membedakan antara tikus dan bajing
tanah, karena secara alami ia memang senang memburu binatang
pengerat. Ya, karena ia berasal dari keluarga anjing terrier
kecil yang diperanakkan di daerah Yorkshire, Inggris, yang lahir
dengan naluri untuk membunuh tikus. Dan, ia pun hidup sesuai
dengan nama keluarganya.
Allah mengharapkan agar anak-anak-Nya yang kekasih (Efesus
5:1), yang telah dilepaskan dari kegelapan rohani dan dibawa
kepada "terang di dalam Tuhan" (ayat 8), melakukan tujuan
penebusan Allah. Dia memerintah kita untuk "hidup di dalam kasih,
sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kita" (ayat 2),
dan supaya kita tidak berkata-kata dan hidup seperti orang-orang
terhilang yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah yang
kekal (ayat 5-6).
Yang jelas, hidup sebagai anak-anak Allah tidak berdasarkan
naluri. Dengan anugerah Allah, setiap hari kita ditantang untuk
mengingatkan diri sendiri tentang siapakah kita ini. Jika kita
terus-menerus melakukannya dan menjadi "penurut-penurut Allah,
seperti anak-anak yang kekasih," maka kita akan memperoleh
sukacita karena kita tahu bahwa kita menyenangkan Tuhan.
Bila kita melaksanakan tujuan penebusan Allah bagi kita,
berarti kita hidup sesuai dengan nama keluarga kerajaan Allah
--HVL
Dear Jesus, take my heart and hand
And grant me this, I pray:
That I through Your sweet love may grow
More like You day by day. --Garrison
APA YANG KITA LAKUKAN MENUNJUKKAN SIAPA YANG KITA PERCAYAI
|