Bacaan : Roma 6:1-14
Dalam bukunya An Anthropologist on Mars, Oliver Sacks
bercerita tentang seorang pria bernama Virgil. Virgil mengalami
kebutaan sejak kecil. Lalu, berpuluh tahun kemudian ia menjalani
operasi sehingga dapat melihat kembali.
Namun pada mulanya, seperti orang buta yang disembuhkan
Yesus di luar Betsaida (Markus 8:22-26), Virgil mendapat
kesulitan dengan penglihatan barunya. Meski dapat membedakan
gerakan dan warna, ia tak dapat menyatukan bayangan-bayangan
tersebut menjadi bentuk yang ia mengerti. Untuk sementara,
perilakunya masih sama seperti ketika ia buta.
Sacks berkomentar, "Seseorang harus mati sebagai orang buta
terlebih dahulu untuk kemudian dilahirkan kembali sebagai orang
yang dapat melihat. Jika tidak, ia akan merasa tidak nyaman
karena perasaan buta dan terasing untuk sementara masih sangat
mempengaruhinya."
Pendapat itu menggemakan ajaran Paulus tentang menguburkan
hidup yang lama, untuk hidup dalam hidup yang baru (Roma 6:4).
Ini adalah perubahan rohani yang dramatis sehingga kemungkinan
besar kita akan mengalami masa penyesuaian diri yang sulit.
Kebiasaan dan sikap yang sudah mendarah daging mungkin masih
melekat pada diri kita, seperti daun yang layu di musim gugur.
Untuk mengalahkan dosa, ingatlah bahwa kita bukan lagi budak
dosa (ayat 11), dan waspadalah agar dosa tidak berkuasa lagi
dalam hidup kita (ayat 2). Kemudian, serahkanlah diri Anda kepada
Allah sebagai "orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang
sekarang hidup" (ayat 13). Dengan demikian kebutaan rohani kita
akan berlalu, dan kita akan belajar melihat Yesus dengan lebih
jelas --VCG
Amazing grace! How sweet the sound --
That saved a wretch like me!
I once was lost but now am found,
Was blind but now I see. --Newton
DOSA MEMBUTAKAN
NAMUN ANUGERAH ALLAH MENCELIKKAN
|