Bacaan : Mazmur 30
Ketika Jean Brandt berumur 13 tahun, ia ditangkap, diborgol,
dan dijebloskan ke dalam penjara karena mencuri sebuah bros
seharga 75 sen. Ia merasa sangat takut ketika mendapat kesempatan
untuk menelepon orangtuanya. Ia menjelaskan kepada orangtuanya
tentang apa yang telah terjadi dan kemudian dengan suara
terbata-bata berkata, "Maafkan saya." "Maaf saja tidaklah cukup,"
jawab ibunya. "Aku kecewa padamu."
Waktu terasa begitu lama sampai orangtuanya datang untuk
membawanya pulang. Karena merasa telah menyakiti hati
orangtuanya, Jean menabahkan dirinya untuk menerima ungkapan
kemarahan dan hukuman keras dari orangtuanya. Namun ternyata ia
tidak mendapatkannya. Ayahnya berkata, "Ayah tak akan
menghukummu. Apa yang kamu lakukan memang salah, tetapi Ayah
pikir kamu telah cukup terhukum selama berada di penjara."
Kemarahan Allah atas dosa kita selalu beralasan. Hukuman-Nya
pun selalu adil. Bahkan Alkitab mengungkapkan, "Sesaat saja Ia
murka" (Mazmur 30:6). Jika kita bertobat, Dia akan mengampuni dan
tidak lagi mengingat-ingat dosa kita (Yeremia 31:34;
1Yohanes 1:9).
Bagaimana dengan Anda? Pernahkah Anda takut berseru dan
mengakui dosa Anda kepada Bapa surgawi? Atau, adakah Anda merasa
bahwa Dia tetap marah kepada Anda meski Anda telah meminta
pengampunan-Nya? Bacalah Mazmur 30:1-6 sekali lagi dan percayalah
akan ayat-ayat tersebut. Kemarahan Allah tidak berlangsung lama,
namun kasih-Nya tak berkesudahan --DCE
God\'s holy wrath upon our sin
Does not eternal love deny;
It quickly fades as grace prevails
Because He sent His Son to die. --DJD
KEBENCIAN ALLAH TERHADAP DOSA
TIDAK MENGHAPUS KASIH-NYA TERHADAP ORANG BERDOSA
|