Bacaan : Keluaran 12:1-20
Paskah pertama yang dirayakan bangsa Israel penuh dengan
ketegangan dan misteri bagi anak-anak bangsa Yahudi. Mereka
melihat ayah mereka memanggang domba. Mereka memperhatikan
bagaimana para ayah membubuhkan darah domba pada kedua tiang
pintu dan ambang atas pintu rumah mereka. Mereka mendengarkan
dengan mata yang terbuka lebar dan bertanya-tanya saat ayah
mereka mengatakan bahwa malaikat maut akan membunuh anak sulung
di setiap rumah yang tidak ditandai dengan darah.
Sore harinya, dengan mengenakan pakaian dan kasut--bersiap
untuk pergi, para anggota keluarga berkumpul dalam
kelompok-kelompok untuk memakan daging domba. Mereka memakan
hidangan Paskah yang terdiri dari sayuran pahit dan roti tak
beragi. Selepas tengah malam mereka mengumpulkan harta benda
mereka dan meninggalkan Mesir untuk memulai hidup baru sebagai
bangsa yang merdeka.
Perbudakan yang dialami oleh bangsa Israel di Mesir memberi
gambaran kepada kita sebagai orang-orang percaya dalam Kristus
tentang bagaimana kita telah dilepaskan dari perbudakan dosa.
Domba yang disembelih mengacu pada Yesus Kristus, "Anak domba
Paskah kita juga telah disembelih" (1Korintus 5:7). Percikan
darah itu melambangkan tindakan iman yang melaluinya kita
memperoleh keselamatan.
Sudahkah Anda mengalami sukacita keselamatan yang
dikaruniakan kepada setiap orang yang percaya kepada Anak Domba
Allah?--HVL
All praise to the Lamb, accepted I am,
Through faith in the Savior\'s adorable name;
In Him I confide, His blood is applied;
For me He has suffered, for me He has died. --Wesley
ANAK DOMBA YANG MATI UNTUK MENYELAMATKAN KITA
KINI MENJADI GEMBALA YANG HIDUP UNTUK MEMIMPIN KITA
|