Bacaan : Kolose 2:4-15
Sebuah artikel koran memuat berita tentang seorang pengusaha
dari Utah yang bangkrut dengan hutang sebesar 613 miliar dollar.
Luar biasa! Lebih parah lagi, pria tersebut mengatakan bahwa aset
yang dimilikinya hanya bernilai sebesar 7.310 dollar. Dengan kata
lain, jika seluruh hutangnya harus dibayarkan, si pemberi kredit
hanya akan menerima kurang lebih satu per satu juta dari tiap sen
yang dipinjamkan. Ia menghadapi jalan buntu untuk dapat membayar
hutang-hutangnya.
Terkadang saya merasa kehidupan saya bersama Allah juga
demikian. Lalu, mengapa saya masih berpikir bahwa saya harus
berusaha keras untuk membayar "hutang kasih" dari-Nya? Situasi
tampaknya tak berpengharapan. Tatkala saya berpikir bahwa Dia
menuntut kebenaran yang sempurna, saya merasa benar-benar
bangkrut dan tak berdaya.
Tetapi kemudian saya ingat bahwa hutang saya sudah dibayar
lunas. Yesus, Anak Allah, mencurahkan darah-Nya yang berharga
untuk menebus dosa-dosa saya yang tak terhingga banyaknya dengan
harga yang tak ternilai. Kini saya bebas menjalin hubungan dengan
Allah yang dimotivasi oleh ucapan syukur dan dikuatkan oleh kuasa
Roh Kudus.
Inilah yang diungkapkan dalam Kolose 2. Hukum Allah
menunjukkan bahwa kita telah bangkrut secara rohani. Namun hutang
kita yang besar benar-benar telah dihapuskan. Hutang kita telah
dibayar lunas oleh Yesus Kristus di salib Kalvari. Kita bebas.
Satu-satunya hutang kita saat ini adalah hutang ucapan syukur dan
pujian bagi Tuhan kita yang baik --MRDII
But drops of grief can ne\'er repay
The debt of love I owe:
Here, Lord, I give myself away,
\'Tis all that I can do! --Watts
KITA MENERIMA KESELAMATAN DENGAN CUMA-CUMA
KARENA KRISTUS TELAH MEMBAYAR HARGA YANG SANGAT MAHAL
|