Bacaan : Efesus 5:8-14
Seorang pendeta sekaligus penulis A.W. Tozer menulis, "Pada
hakikatnya manusia dapat berubah-ubah, dan oleh karena itu kita
patut bersyukur kepada Allah siang dan malam! Kita masih dapat
berubah. Kita dapat berubah dari keberadaan kita saat ini."
Dalam hidup ini hendaknya kita selalu mengizinkan Allah
mengubah kita. Namun bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap
orang-orang percaya yang hanya sedikit atau bahkan tidak berubah
sama sekali setelah mengikut Tuhan bertahun-tahun? Kita terlalu
sering mencela, dan hanya menambah beban persoalan bahkan
merintangi karya Allah yang hendak mengubah mereka. Berikut ini
ada tiga contoh sikap suka mencela:
1. "Mereka tak pernah melakukan segala sesuatu dengan benar."
(Namun tak ada orang yang selalu salah dalam melakukan
segala hal!)
2. "Memang seperti itulah mereka." (Mungkin saja, namun Allah
penuh kuasa dan mampu mengubah mereka.)
3. "Mereka takkan pernah berubah." (Kita tak dapat
memastikannya. Kita hanya dapat mempercayai Allah yang
mengenal hati mereka.)
Bahkan kadangkala kita bersikap seperti itu terhadap diri
sendiri: "Saya tak dapat melakukan segala sesuatu dengan benar.
Saya memang selalu begini. Saya tak akan pernah berubah."
Kita mungkin tak dapat mengubah sikap dan tindakan orang
lain, namun dengan pertolongan Allah kita dapat mengubah diri
sendiri--bila kita mau. Kita dapat memilih untuk hidup sebagai
anak-anak terang (Efesus 5:8) --JEY
It is our Father\'s will,
And precious in His sight,
That Christians learn to walk
In wisdom, love, and light. --Hess
HATI YANG DIUBAHKAN MENGHASILKAN HIDUP YANG DIUBAHKAN
|