Bacaan : Lukas 8:4-15
Seorang anak sedang bermasalah. Ia tinggal di sebuah panti
asuhan yang tak disukainya. Ia bukan anak yang patuh dan merasa
sengsara berada di sana, sehingga ia melarikan diri. Namun, ia
sempat membawa Alkitab yang pernah diberikan oleh ibu kepala
panti.
Beberapa tahun kemudian, anak itu kembali ke panti asuhan.
Ia pun bersaksi bahwa sejak melarikan diri, ia mulai membaca
Alkitab. "Kini saya mau menerima Kristus," katanya di hadapan
para pendengarnya yang keheranan.
Sungguh luar biasa Alkitab itu! Kitab yang dibaca oleh
pemuda yang terluka hatinya dan sedang bermasalah itu dipakai Roh
Allah untuk menyadarkannya bahwa ia membutuhkan keselamatan.
Segala kebutuhan hidup kita di dunia ini ditawarkan di dalam
Alkitab. Orang perlu membaca kata-kata di dalamnya yang
menghiburkan, memberi pengharapan, menyucikan, dan memberi
sukacita. Mereka perlu menemukan kabar baik tentang keselamatan
dalam Kristus pada setiap halamannya.
Tidak setiap orang yang membaca Firman Allah mau datang
kepada Kristus. Yesus memperjelas hal ini lewat perumpamaan
tentang seorang penabur (Lukas 8:4-15). Kita akan menjadi
penabur-penabur Firman Allah, namun kita tak dapat menentukan
siapa yang mau menerimanya. Tugas kita hanyalah menabur benih.
Mungkin Anda mencari-cari sarana kesaksian yang baik dan tak
pernah berpikir bahwa Firman Allah adalah jawabannya. Mengapa
Anda tidak menghadiahkan Alkitab kepada mereka yang ingin Anda
jangkau? Lalu, lihat apa yang terjadi. Mereka dapat diubahkan
oleh Kitab-Nya --JDB
The world\'s greatest Book is the Bible,
Its words are inspired and true
Some may have scorned as they read it
But found their lives changed and made new. --Byer
FIRMAN ALLAH ADALAH SEBUAH ANAK PANAH
YANG TAK PERNAH MELESET DARI SASARAN
|