Bacaan : Mazmur 31:2-9
Dalam majalah Campus Life, Susan Smart menceritakan
penerbangan tunggalnya yang ketiga, yang hampir menewaskannya
saat berlatih gerakan akrobatik pada ketinggian 1.524 meter,
tiba-tiba pesawatnya, Cessna 150, kehilangan kendali dan mulai
berputar-putar jatuh. Setelah panik beberapa detik, ia teringat
kata-kata instrukturnya: "Jika suatu saat pesawat Cessna yang
kamu terbangkan kehilangan kendali, lepaskan saja kontrol
kemudinya. Pesawat itu dirancang untuk dapat terbang dengan
sendirinya."
Berulangkali Susan berteriak pada dirinya sendiri,
"Lepaskan!" Akhirnya, ia melepaskan kontrol kemudi pesawat dan
menutup mukanya. Setelah oleng dan berjungkir balik di angkasa
selama beberapa saat, pesawat itu pun kembali tegak. Pesawat itu
telah berjungkir balik sejauh satu kilometer lebih, tetapi Susan
selamat karena ia memiliki keyakinan untuk melepaskan kontrol
kemudi.
Pengalamannya menggambarkan dengan jelas apa arti
mempercayai Allah di masa kritis. Saya tahu hal itu sulit
dilakukan ketika kita merasa segala sesuatu dalam hidup kita tak
terkendali. Hati kita menjadi panik sehingga kita meragukan
janji-janji-Nya, mengacuhkan dan tidak menaati perintah-Nya,
serta mencoba memecahkan masalah tanpa Dia. Namun semuanya itu
sia-sia belaka.
Dalam Mazmur 31, Daud berseru kepada Tuhan dalam masa-masa
sulitnya. Ia tahu bahwa satu-satunya pengharapan yang ia miliki
adalah menyerahkan situasi yang dihadapinya dalam tangan Allah
dan bersandar kepada-Nya.
Adakah hidup Anda sedang kacau dan tak terkendali? Anda tak
perlu berusaha sendiri. Berserahlah! --DCE
Though to your shortsighted vision
No way of escape may appear,
Trust, for when least you expect it,
The help of the Father is near. --Anon.
CARA TERBAIK UNTUK MENGATASI SUATU MASALAH
ADALAH MENYERAHKANNYA KEPADA ALLAH
|