Bacaan : Yohanes 17:1-19
Mike Barker bercerita kepada saya bahwa pelajaran tentang
hambatan yang didapatnya dalam pelatihan dasar di Angkatan Udara
telah mengubahkan hidupnya. Pada latihan pertama, ia jauh
mendahului yang lain, tetapi kemudian ia dihadang oleh sersan
pelatihnya, yang bertanya, "Di mana teman-temanmu yang lain?" "Di
belakang, Pak," jawab Mike. "Saya menang!"
Tiba-tiba sang sersan membentak, "Pelajaran tentang hambatan
tidak bertujuan mencari pemenang! Yang penting, semua orang dapat
sampai ke tujuan, tanpa perlu ada pemenang. Kembali dan ulangi
sekali lagi, dan kali ini bantulah teman-temanmu yang mengalami
kesulitan!"
Itulah yang mengubahkan Mike dari seorang yang terobsesi
untuk menang menjadi seorang pemberi semangat yang selalu ingin
membangun kerjasama.
Yesus tidak menjalani hidup-Nya sebagai sosok yang suka
menyendiri, yang menjalani hidup sempurna seorang diri. Saat
menjelang penyaliban, Dia mencurahkan isi hati-Nya dalam doa
untuk murid-murid-Nya: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka
dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku,
supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama
mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang
telah Engkau berikan kepada-Ku" (Yohanes 17:11-12). Itu baru
namanya kerjasama!
Bagaimanakah kita menghadapi hambatan dalam hidup saat ini?
Adakah kita berjuang sendiri untuk mencapai kemenangan, atau
seperti doa Tuhan kita--bersama-sama, bersatu, saling mendukung
hingga mencapai garis akhir? --DCM
As Christians, we are in a race
Until the day we see Christ\'s face;
So let\'s encourage those who run
To finish and to win as one. --Sper
KETIKA ORANG KRISTEN BEKERJASAMA
MEREKA BERBAGI TUGAS DAN MELIPATGANDAKAN HASIL
|