Bacaan : Yesaya 12
Pada sebuah retret untuk kaum wanita, seseorang membawa
Alkitab dan ember. Untuk apa ia membawa ember? Dengan mata
berbinar, ia menjelaskan, "Ember ini mengingatkan saya untuk
mengambil sebanyak mungkin air kehidupan." Lalu, sambil menunjuk
lubang pada ember itu, ia berkata, "Seperti saya, ember yang
bocor ini mengingatkan saya untuk selalu datang kembali kepada
Tuhan!"
Yesaya 12 memuat sebuah nyanyian pujian bagi Allah, sumber
air kehidupan kita, air yang menghilangkan dahaga rohani untuk
selamanya (Yohanes 4:14). Nabi Yesaya mengatakan bahwa kita dapat
mengambil air itu dengan cuma-cuma dari "mata air keselamatan"
milik Allah (Yesaya 12:3).
Semua orang percaya dari segala generasi akan bersaksi:
"TUHAN Allah itu kekuatanku...keselamatanku" (ayat 2). F.B. Meyer
menulis, "Kata ganti milik ku disini mengacu pada ember yang
dipakai untuk mengambil air dari mata air milik Allah. Dalam
perjalanan hidup ini, kita dapat selalu memperoleh kekuatan baru
dari mata air keselamatan ini."
Namun, sering kali kita tak menyadari kerinduan Allah untuk
memelihara kita! Dalam puisi berikut, Nancy Spiegelberg
mengungkapkan bagaimana ia tak menyadari pemeliharaan Allah yang
berlimpah:
Tuhan, dengan sebuah cangkir kosong aku menyusuri
tanah tandus ini untuk datang kepada-Mu, dan
dengan ragu memohon sedikit air.
Andaikan aku telah mengenal-Mu lebih dalam,
Aku pasti datang dengan sebuah ember.
Saat ini, bila kita telah yakin akan kebaikan Allah yang
berlimpah, biarlah kita menjadi orang-orang percaya yang selalu
membawa "Alkitab dan ember rohani" kita --JEY
ALLAH MAMPU MEMEBUHI SEGALA KEBUTUHAN ANDA
IZINKAN DIA MELAKUKANNYA
|