Bacaan : Hakim-hakim 2:11-23
Sungguh kacau! Saya belum pernah melihat kekacauan seperti
itu. Dalam perjalanan dari bandara Leonardo da Vinci ke pusat
kota Roma terdapat sebuah perempatan jalan di mana mobil-mobil
saling berpapasan dari segala arah. Setiap pengemudi ingin
berjalan lebih dulu. Klakson-klakson berbunyi nyaring. Emosi
memuncak. Tak ada lampu lalu lintas ataupun polisi yang dapat
menertibkan kekacauan ini. Namun ada satu hal yang positif: Tak
seorang pun melanggar peraturan karena memang tak ada peraturan
di sini!
Situasi serupa pernah terjadi pada masa lalu, sebelum Israel
memiliki raja. Meski ada hukum Allah, orang-orang mengabaikannya
dan melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri
(Hakim-hakim 17:6). Betapa mahalnya harga yang harus mereka bayar
untuk memperoleh kebebasan itu! Kitab Hakim-hakim menuturkan
tentang ketidaktaatan mereka yang menyebabkan mereka ditindas
oleh negara-negara tetangga yang menyembah berhala.
Namun saat ini pun masih banyak orang, dan bahkan mereka
yang mengaku diri Kristen, mengabaikan pernyataan diri Allah yang
begitu jelas dalam Firman-Nya. Mereka berpikir bahwa mereka bebas
membuat gambaran tentang Allah dan tentang perintah-perintah-Nya.
Karena pengaruh yang begitu kuat dari budaya yang tak bertuhan,
mereka hidup dalam dunia kecil mereka dan berjalan menurut
keinginan mereka sendiri. Hal itu menimbulkan kekacauan moral dan
rohani.
Kita harus menerapkan Firman Allah dengan serius jika kita
ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Kristus memberi kita
kebebasan untuk melakukan apa yang benar --DJD
Christ came to give us liberty
By dying in our place;
Now with new freedom we are bound
To share His love and grace. --DJD
KEBEBASAN TIDAK MEMBERI KITA HAK UNTUK MELAKUKAN APA YANG KITA SENANGI
MELAINKAN UNTUK MELAKUKAN APA YANG MENYENANGKAN ALLAH
|