Bacaan : 1Petrus 3:1-6
Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita
dipanggil untuk menjadi saksi bagi dunia (Kisah Para Rasul 1:8).
Itu tidak selalu mudah. Kadangkala kita diperlakukan dengan kasar
atau tidak ramah. Namun justru pada saat itulah tindakan dan
perilaku kita dapat menjadi kesaksian yang paling efektif.
Sebagai contoh, seorang wanita Kristen menikah dengan suami
yang belum percaya kepada Kristus. Rasul Petrus berkata bahwa
suaminya itu "tanpa perkataan" dapat dimenangkan oleh "kelakuan"
sang istri (1Petrus 3:1). Prinsipnya di sini adalah: Kehidupan
orang percaya dapat menjadi teladan dan kesaksian yang penuh
kuasa akan kasih dan karunia Allah.
Kita mungkin cenderung merasa kasihan terhadap diri sendiri
dan saudara-saudara seiman saat kita menderita karena iman kita
kepada Yesus. Namun kita perlu saling mengingatkan bahwa tujuan
kita berada di tengah masyarakat adalah untuk menjadi duta-duta
yang menunjukkan kasih Allah yang tak berkesudahan, dan menjadi
utusan-utusan Allah yang berani mengabarkan Injil, baik melalui
perkataan maupun perbuatan. Tujuan kita bukanlah untuk memiliki
hidup yang bebas dari masalah.
Kita adalah para pengikut dari Dia yang berjanji, "Aku
sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali
tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13:5). Jadi, tidak
peduli betapa sulitnya hidup ini, demi Kristus dan demi orang
lain, kita harus bertahan. Kita harus mempertahankan perilaku
yang saleh, karena kita adalah duta-duta Kristus di dunia ini
--HWR
In our daily life and service
Let us true disciples be;
Being meek when others hurt us,
Lord, in us may they see Thee! --Bosch
BILA HIDUP KITA MEMULIAKAN KRISTUS
TANPA BERBICARA PUN KITA DAPAT BERSAKSI
|