Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > YANG BENAR DAN YANG SALAH
< Juli
1999
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Sabtu, 17 Juli 1999

Bacaan Setahun : Yesaya 31-33
Nats : Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya (Kisah Para Rasul 17:31)

YANG BENAR DAN YANG SALAH

Bacaan : Kisah Para Rasul 17:16-31

Saya mengagumi seorang penyiar berita yang terkenal di televisi. Saya pikir ia adalah seorang yang memiliki standar moral yang tinggi. Maka dari itu, suatu hari saya terkejut ketika mendengar pernyataannya bahwa ia tak ingin orang lain memberitahunya tentang apa yang benar dan yang salah. Ia menjelaskan bahwa ia tidak mau mendengarkan orang lain kecuali dirinya sendiri.

Pemikiran yang mengatakan bahwa kita tidak bertanggung jawab terhadap siapa pun, bahkan terhadap Allah, tampak menarik bagi banyak orang. Namun pemikiran ini bertolak belakang dengan perasaan hati terdalam yang mengatakan bahwa ada hal-hal yang harus kita lakukan dan yang tidak boleh kita lakukan. Alkitab menyebut perasaan ini sebagai hati nurani.

Dalam Roma 1:18-20, Rasul Paulus mengatakan bahwa suara hati nurani dapat mengungkapkan standar Allah dalam hati mereka yang belum pernah mendengar Firman Allah. Pengkhotbah 3:11-14 menyatakan bahwa Allah telah memberikan kekekalan dalam hati setiap orang, sehingga timbul pengakuan bahwa semua yang kita lakukan memiliki konsekuensi kekal.

Saya bersyukur karena Alkitab memberitahu kita tentang Pribadi kepada siapa kita harus bertanggung jawab dan dengan jelas menyatakan tentang yang benar dan yang salah. Terlebih lagi saya bersyukur karena Allah juga menawarkan pengampunan bagi kita melalui iman di dalam Kristus, sehingga kita tidak perlu takut akan penghakiman-Nya (Kisah Para Rasul 17:31).

Suka atau tidak suka, kita harus memberikan pertanggungjawaban kepada Allah --HVL


Our conscience is a gift from God,
It is a guiding light;
And when aligned with God\'s own Word,
It tells us wrong from right. --Sper

HANYA ALLAH YANG BERHAK MENYATAKAN APA YANG SALAH
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini