Bacaan : Roma 9:1-5
Seorang pemimpin Yahudi diundang untuk berbicara pada
pertemuan umat Kristen di Amerika Serikat yang sedang
memperingati ulang tahun Israel yang ke-50. Sang rabi melihat
umat Kristen sebagai sahabat kaum Yahudi. Katanya, "Kami aman di
Amerika meski kami bukan orang Kristen. Namun kami aman justru
karena kekristenan."
Kalimat ini merupakan bantahan dari tuduhan bahwa orang
Kristen anti terhadap bangsa Yahudi dan bahkan bertanggung jawab
atas kematian 6 juta orang Yahudi selama Perang Dunia II. Memang
benar bahwa banyak pemimpin Kristen di Jerman yang turut bersalah
dalam hal anti-Semit [anti Yahudi] dan menjadi pengecut, tetapi
mereka bukanlah orang-orang yang mempengaruhi Hitler. Hitler
sangat terpengaruh dengan tulisan-tulisan Nietzsche, seorang
filosof ateis yang fanatik, yang membenci orang Kristen dan
mendukung pembantaian terhadap kaum Yahudi.
Umat Kristen yang percaya pada Alkitab seharusnya
mencerminkan sikap Rasul Paulus, yang sangat mengasihi
sahabat-sahabat Yahudinya (Roma 10:1). Ia rindu supaya mereka
mengetahui, seperti dirinya, bahwa Yesus adalah sang Mesias yang
dijanjikan, Juruselamat seluruh umat dari segala bangsa. Paulus
bahkan berkata bahwa ia rela dikutuk Allah jika memang itu dapat
menjadi berkat dan keselamatan bagi bangsa Yahudi (Roma 9:3).
Adakah hati Anda pedih melihat keturunan Abraham? Mereka
memiliki warisan yang berlimpah dari Perjanjian Lama, tetapi
mereka tetap membutuhkan Yesus Kristus. Berdoalah bagi mereka
saat ini --HVL
Lord, speak to me, that I may speak
In living echoes of Thy tone;
As Thou hast sought, so let me seek
Thy erring children lost and done. --Havergal
SETIAP ORANG, TERMASUK ORANG-ORANG PILIHAN ALLAH
PERLU MEMILIH YESUS
|