Bacaan : 2Korintus 12:1-10
Dalam pertengahan usia tiga puluhan, penginjil Vance Havner
menderita penyakit syaraf yang parah. Sebelumnya ia suka mencela
orang-orang yang mengalami penyakit ini. Ia berkata, "Selama 2
tahun saya menderita penyakit syaraf, dan selama itu saya belajar
untuk tidak menertawakan orang-orang yang mengalami gangguan
syaraf."
Seringkali kita begitu mudah meremehkan kesulitan yang
dihadapi orang lain sampai akhirnya kita sendiri mengalami
masalah yang sama! Di sekolah Allah, kita belajar untuk
bersimpati dengan berbagai kesulitan yang kita anggap tidak
seharusnya dialami oleh orang Kristen atau jika terjadi, pasti
mudah diatasi. Kita belajar bahwa Allah tidak selalu membebaskan
kita dengan segera dan dengan mudah dari kondisi-kondisi sulit
itu.
Paulus adalah orang yang beriman dan tangguh, tetapi "duri
dalam daging" itu (2Korintus 12:7-10) tetap ada dalam dirinya
meski ia telah berulangkali memohon agar Allah mengambil
penderitaan itu dari padanya. Namun ia tidak jengkel karena "
duri" itu, bahkan ia justru belajar untuk menerima kelemahan yang
membuatnya menemukan kekuatan dalam Kristus. Mungkin
dilatarbelakangi oleh penderitaan yang dialaminya, rasul ini
menasihati umat Kristen, "hiburlah mereka yang tawar hati,
belalah mereka yang lemah, dan sabarlah terhadap semua orang"
(1Tesalonika 5:14).
Melalui duri-duri emosi dan fisik yang Allah izinkan ada
dalam hidup kita, kita belajar tentang apa artinya mempercayai
Dia. Dan, dalam proses itu kita belajar untuk sabar dan berbuat
baik kepada semua orang --DCM
Because I\'ve grieved and tasted bitter loss,
Because I\'ve stumbled carrying my cross,
Because I\'ve learned of Christ\'s sufficiency,
I\'ll show His grace to others just like me. --Gustafson
KITA DAPAT MENGHIBUR ORANG LAIN
KARENA ALLAH TELAH LEBIH DULU MENGHIBUR KITA
|