Bacaan : 1Korintus 12:12-20
Dalam bukunya The Pursuit of God, A.W. Tozer menulis,
"Pernahkah Anda menyaksikan, bagaimana 100 piano yang disetem
dengan penala yang sama, secara otomatis menjadi selaras satu
sama lain? Suaranya menjadi selaras saat disetem--bukan satu
piano terhadap piano yang lain--melainkan dengan sebuah standar
yang diikuti oleh masing-masing piano tersebut. Bila seratus umat
berkumpul bersama dan masing-masing memandang kepada Kristus,
maka hati mereka akan lebih dekat satu sama lain daripada apabila
mereka berusaha bersatu mewujudkan persekutuan yang lebih akrab
namun dengan berpaling dari Allah."
Walaupun di sini Tozer berbicara tentang penyembahan,
komentar itu juga menyingkapkan rahasia kesatuan umat Kristen.
Semakin kita memusatkan pikiran pada Kristus, kita akan semakin
dekat terhadap yang lain sebagai pengikut-Nya.
Perbedaan-perbedaan di antara kita pun akan semakin pudar,
menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi.
Mungkin saja kita tidak sependapat tetapi tetap bersatu,
khususnya jika mengutamakan persekutuan dengan Kristus. Rasul
Yohanes menulis, "Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami
dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun
beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah
persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus"
(1Yohanes 1:3).
Adakah Anda merasakan adanya kesatuan dengan sesama saudara
seiman? Sudahkah hidup Anda "selaras" dengan Kristus? --RWD
Blest be the tie that binds
Our hearts in Christian love!
The fellowship of kindred minds
Is like to that above. --Fawcett
AGAR DAPAT HIDUP HARMONIS DENGAN SESAMA SAUDARA SEIMAN
HIDUP KITA HARUS SELARAS DENGAN KRISTUS
|