Bacaan : 1Yohanes 4:7-12
Pada hari ibu saya akan dioperasi, hand-phone saya terus berdering.
Satu per satu teman saya menghubungi, untuk mendoakan Ibu. Bahkan,
seorang sahabat saya berdoa puasa. Hamba Tuhan juga datang untuk
berdoa dan memberi kekuatan. Setelah operasi selesai, teman-teman dan
saudara-saudara tetap berkunjung ke rumah sakit, meski saya sudah
melarang mereka datang agar tak merepotkan. Bahkan, untuk dana
operasi dan kemoterapi yang besar, Tuhan sudah cukupkan lewat uluran
tangan banyak orang.
Pada akhirnya, ayah dan ibu saya dapat berkata, "Tuhan itu baik!"
bukan karena mengalami mukjizat spektakuler, melainkan karena
mengalami uluran tangan kasih anak-anak-Nya. Ya, lewat mereka kami
merasakan kasih Tuhan pada saat-saat paling gelap dalam hidup kami.
Kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna. Bencana alam, sakit
penyakit, kemiskinan, dan berbagai masalah mewarnai kehidupan
manusia. Hingga banyak orang bertanya; di manakah Tuhan? Apakah Dia
mengasihi saya? Kita bisa saja memberi jawaban yang teologis, tetapi
bukan itu yang mereka butuhkan. Yang mereka butuhkan adalah kasih
nyata dari Tuhan, dan itu semua dapat mereka rasakan melalui kasih
yang kita tunjukkan. Tak seorang pun dapat melihat Allah, tetapi
mereka dapat melihat-Nya melalui kita, duta Allah. Bahkan ketika kita
merasa tidak mampu untuk mengasihi, Tuhan akan memampukan kita.
Yang Tuhan minta dari kita hanyalah ketaatan kita untuk mau mengasihi
sesama. Maukah kita menjadi duta kasih-Nya di tengah dunia yang gelap
ini? --VT
KITA ADALAH DUTA ALLAH
UNTUK MENGHADIRKAN KASIH ALLAH DI DUNIA
|