Bacaan : Mazmur 50:16-22
Winston Churchill bukan hanya perdana menteri yang hebat, tetapi juga
pribadi yang berintegritas tinggi serta menjaga sikap hormat saat
berhadapan dengan lawan politiknya. Menjelang akhir masa jabatannya,
ia menghadiri sebuah upacara kenegaraan. Beberapa deret di
belakangnya, dua pria mulai saling berbisik. "Itu Winston Churchill."
"Kata mereka ia sudah mulai uzur." "Harusnya ia sudah turun dan
menyerahkan urusan bangsa ini kepada orang yang lebih dinamis dan
lebih cakap." Ketika upacara usai, Churchill mendekati kedua pria itu
dan berkata, "Bung, kata mereka, ia juga tuli!"
Desas-desus, kabar burung, atau cerita bohong tentang seseorang yang
disebarkan dengan maksud menjelekkan atau mencederai reputasinya,
termasuk dosa lidah yang dikecam dengan keras oleh Alkitab.
Penyebaran kabar ini cenderung diwarnai oleh kebencian dan dendam
pribadi. Menurut pemazmur, orang fasiklah yang gemar dengan aktivitas
licik itu. Ia "duduk" -- mengacu pada sikap malas, pasif, dan berpuas
diri. Akan tetapi, mulutnya aktif -- menyemburkan kejahatan. Dan,
korbannya bisa bukan orang asing, melainkan saudara kandungnya
sendiri. Seperti musuh dalam selimut, ia menikam dalam kegelapan.
Kita mungkin seperti Winston Churchill, yang mesti cerdik berkelit
dalam menghadapi omongan yang tidak nyaman. Namun, tidak jarang kita
berada pada posisi dua pria pembisik itu. Ketika tergoda untuk
menyebarkan cerita buruk tentang orang lain, pertimbangkanlah: Apakah
cerita itu benar? Apakah itu berguna? Apakah itu menggugah semangat?
Apakah itu perlu? Apakah itu baik? Jika tidak, lebih arif apabila
kita menutup mulut --ARS
APABILA ANDA TIDAK MENYEBARKAN FITNAH
ORANG LAIN TIDAK AKAN DAPAT MENERUSKANNYA --Charles Swindoll
|