Bacaan : Yohanes 6:1-13
Memberi makan 5.000 orang dengan modal lima ketul roti dan dua ekor
ikan dalam waktu yang mendadak dan singkat adalah salah satu
perbuatan besar yang pernah Yesus lakukan. Kini, Dia juga rindu
anak-anak-Nya melakukan perbuatan-perbuatan besar yang memuliakan
nama-Nya. Melalui peristiwa ini, kita dapat belajar dari Yesus
mengenai beberapa prinsip rohani bagaimana melakukan perbuatan besar:
(1) Mulai dari apa yang ada pada kita; yang ada waktu itu adalah lima
roti jelai dan dua ikan yang dipunyai seorang anak (ayat 9). Yesus
tidak mencari-cari apa yang tidak ada. Dia mulai dari apa yang ada.
(2) Mulai dengan yang kecil; kita harus belajar menghargai yang
kecil. Hal besar selalu berawal dari hal kecil. Awal berdirinya
sebuah gedung megah adalah ketika butiran pasir dicetak menjadi bata,
ketika bata disusun menjadi tembok, dan selanjutnya.
(3) Mulai dengan doa ucapan syukur; Yesus memberi teladan untuk
mengucap syukur atas segala hal yang kita terima. Kita tak bisa
melakukan perbuatan besar jika belum apa-apa kita sudah mengeluh dan
mengomel.
(4) Lakukan dengan iman; Yesus tidak panik dengan situasi yang
dihadapi-Nya. Dia tahu apa yang harus diperbuat (ayat 6).
(5) Lakukan dengan bekerja sama; sebenarnya Yesus mampu bekerja
sendiri, tapi Dia tetap melibatkan para murid-Nya.
(6) Lakukan dengan tertib dan terorganisasi; Yesus mendelegasikan
tugas kepada para murid untuk terlebih dulu mengatur orang banyak
agar duduk berkelompok, sehingga semua murid bisa membagikan roti dan
ikan itu dengan mudah dan merata.
Mari lakukan perbuatan besar bagi-Nya hari ini --ACH
MILIKILAH MIMPI BESAR, MULAILAH DARI LANGKAH KECIL,
DAN BERTINDAKLAH!
Apakah Allah Masih
Mengadakan Mukjizat Saat Ini?
Kita hidup di tengah dunia dengan orang-orang yang membutuhkan -- kadang
kala begitu mendambakan -- Allah bekerja di dalam hidup mereka dengan
cara yang ajaib. Dunia butuh menyaksikan hal-hal ajaib terjadi di
tengah gereja, yakni dalam kehidupan kaum kristiani pada umumnya.
Namun, apakah sekarang Allah masih "mencurahkan" mukjizat? Tentu,
Alkitab menyatakan tiga "periode mukjizat" besar dalam sejarah
penebusan umat-Nya: pertama, di sepanjang zaman Musa dan keluarnya
bangsa Israel dari Mesir; lalu di sepanjang pelayanan nabi-nabi besar
Elia dan Elisa; dan terakhir adalah di sepanjang pelayanan Kristus di
dunia ini dan pada zaman para rasul. Namun, bagaimana dengan
sekarang? Secara khusus Alkitab menyatakan rencana Allah atas
mukjizat. Pada hari Pentakosta, yang disertai turunnya Roh Kudus
secara ajaib dan spektakuler pada sekelompok orang kristiani pertama,
Rasul Petrus berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Israel,
dengarlah perkataan ini: Yesus dari Nazaret adalah orang yang telah
ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan
kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda ajaib yang
dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu"
(Kisah 2:22, huruf miring ditambahkan). Dengan kata lain, Yesus
memperlihatkan mukjizat-mukjizat-Nya agar banyak orang menyaksikan
bahwa Dia adalah Anak Allah, Mesias yang sejak lama dinanti-nantikan.
Selain itu, saya mempunyai berita yang luar biasa berkenaan dengan
mukjizat: Allah melakukan hal yang sama pada zaman sekarang ini!
Saat ini Anda mungkin sedang berjuang terhadap penyakit atau khawatir
tentang keuangan -- tetapi Anda tidak mengerti bagaimana, secara
manusia, semua ini bisa terjadi. Apa pun yang Anda butuhkan, saya
ingin Anda paham bahwa "zaman mukjizat" belum berakhir, bahwa Allah
masih melakukannya saat ini. Saya ingin Anda memahami bahwa Yesus
ingin melanjutkan pekerjaan ajaib-Nya dalam kehidupan setiap kita
yang dipanggil oleh nama-Nya. Dan, yang berjalan dalam iman serta
ketaatan terhadap perintah-Nya.
(Dikutip dari Ketika Semua Pintu Tertutup, Mukjizat Masih Ada,
Mac Brunson, Gloria Graffa, 2009)
|