Bacaan : Yunus 2
Terlambat jika engkau menyadari kesalahanmu sekarang, harusnya kamu
dengarkan saya sejak dulu!" Mungkin kalimat tersebut pernah kita
dengar. Semua orang tahu penyesalan selalu datang terlambat. Jika
datangnya di awal, itu namanya kewaspadaan. Namun, ironisnya dunia
selalu mencibir orang-orang yang menyesal setelah "benjol terbentur
tembok". Itulah dunia. Sangat berbeda dengan Tuhan. Bagi-Nya, tidak
ada kata terlambat untuk sebuah kesadaran dan pertobatan.
Kapan Yunus sungguh-sungguh menyadari kesalahannya? Tatkala ia ada di
perut ikan; dalam situasi yang seolah-olah ia tidak mungkin lagi
selamat. Sampai-sampai ia mengatakan bahwa pintu sudah terpalang
baginya selamanya, artinya tidak ada jalan keluar lagi dari maut
(ayat 6). Dalam kondisi seperti itulah Yunus mengingat Tuhan (ayat 7)
dan sadar bahwa tidak ada gunanya lari meninggalkan Tuhan (ayat 8).
Kalau kita mendengar doa Yunus, mungkin kita akan mencibir, "Mengapa
engkau tidak mau sadar ketika hendak lari ke Tarsis? Jika ya, mungkin
ceritanya tidak akan sampai begini. Sekarang, tanggunglah sendiri
akibatnya!" Namun, Tuhan tidak mencibir penyesalan Yunus. Dia
mendengar dan menerima seruan pertobatan Yunus dan merespons doa
Yunus dengan memerintah ikan tersebut agar memuntahkannya ke darat.
Ada baiknya sadar sebelum berbuat dosa. Namun, jika sudah telanjur
berdosa, ingatlah bahwa kesadaran itu tidak mengenal kata terlambat.
Cepat bangkit, jangan berdiam terus dalam dosa, dan bertobatlah.
Selain itu, sebagai sesama kita pun harus mau menjadi saudara bagi
mereka yang mau menyesali kesalahan dan sungguh-sungguh bertobat --RY
DOSA TIMBUL DARI HATI YANG TIDAK TAAT
DAN TUHAN SENANTIASA MENANTI LANGKAH KITA UNTUK BERTOBAT
|