Bacaan : 1Raja 21:1-29
Di antara sekian banyak kejadian kontroversial di dunia tinju,
kejadian pada tanggal 28 Juni 1997 mungkin adalah yang paling diingat
orang. Ketika itu, Evander Holyfield berhadapan dengan Mike Tyson.
Itu adalah pertandingan ulang. Pada pertandingan pertama tanggal 9
November 1996, Holyfield menang TKO di ronde ke-11. Event yang
disebut-sebut sebagai pertarungan terdahsyat dalam sejarah tinju itu
ternyata berakhir memalukan. Pertandingan dihentikan di ronde ketiga
karena Tyson menggigit telinga Holyfield, sebuah tindakan yang sangat
tercela di ring tinju. Tyson dinyatakan kalah dan mendapat hukuman.
Mempunyai keinginan untuk mencapai atau meraih sesuatu tentunya tidak
salah. Jadi, sangatlah wajar jika seseorang itu berupaya keras untuk
mencapai cita-citanya, bekerja mati-matian untuk meraih sukses. Yang
jadi masalah adalah, kalau untuk mencapai keinginannya itu, orang
lalu menghalalkan segala cara; termasuk melakukan kecurangan dan
kekejian, tidak peduli norma dan melanggar hukum.
Firman Tuhan hari ini berkisah tentang Raja Ahab yang menginginkan
kebun anggur Nabot. Nabot menolak karena kebun anggur itu pusaka
nenek moyangnya (ayat 3). Lalu atas saran Izebel, istrinya, Ahab
melakukan cara-cara keji untuk mencapai keinginannya itu (ayat 9-14).
Tindakan yang kemudian mendatangkan hukuman Tuhan atas Ahab dan
keluarganya (ayat 21). Hikmahnya, janganlah kita hanya terfokus pada
keinginan untuk meraih sesuatu. Perhatikan juga cara mencapainya.
Sebab segala sesuatu yang diraih dengan cara yang curang dan keji,
tidak akan menjadi berkat. Malah bisa mendatangkan laknat --AYA
HASIL MEMANG PENTING
TETAPI CARA MENCAPAI HASIL ITU JUGA PENTING
|