Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > LOWONGAN PEKERJAAN
< Juni
2009
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Sabtu, 6 Juni 2009

Bacaan Setahun : 1Raja 20-22
Nats : Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu (Matius 20:26)

LOWONGAN PEKERJAAN

Bacaan : Matius 20:20-28

Bila kita membaca iklan lowongan pekerjaan yang ada di koran-koran, biasanya orang seperti apa yang dicari oleh perusahaan-perusahaan? Biasanya yang dicari adalah orang berpendidikan cukup, memiliki pengalaman, dan memiliki kemampuan. Apabila Anda memenuhi syarat tersebut, besar kemungkinannya Anda akan diterima bahkan tidak menutup kemungkinan Anda dapat dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi, jika dapat bekerja dengan baik dan menyenangkan hati pimpinan Anda.

Sekarang mari kita bayangkan seandainya Tuhan Yesus menulis iklan di koran mengenai kebutuhan seorang pemimpin atau manajer di kerajaan-Nya, kira-kira apa syarat yang akan diajukan Tuhan Yesus? Yang pasti bukan kepintaran, kemampuan, atau pengalaman, melainkan kerendahan hati. "Siapa saja yang ingin menjadi besar hendaklah menjadi pelayanmu". Konteks ayat ini dimulai ketika seorang ibu memohon kepada Tuhan Yesus agar kedua anaknya, Yakobus dan Yohanes, mendapat posisi yang baik di kerajaan surga kelak, yaitu duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus. Lalu Tuhan menjawab bahwa untuk mencapai posisi itu, mereka haruslah menjadi pelayan.

Pelayan adalah lambang kerendahan hati karena pelayan adalah pekerjaan yang dianggap rendah saat itu. Dan, tak ada syarat lain untuk "meniti karier" di kerajaan Surga selain rela menjadi seorang pelayan. Artinya, bukan seberapa tinggi kita harus naik tetapi seberapa rendah kita harus turun. Dan hanya orang rendah hati yang bisa memiliki ketaatan dan keinginan untuk memuaskan Tuannya, bukan dirinya sendiri. Demikianlah kita seharusnya melayani Tuhan dan memperkenan hati-Nya --RY

HANYA ORANG YANG RENDAH HATI YANG BISA MELAYANI TUHAN

SEBAB IA TAHU MELAKUKAN KEHENDAK TUANNYA, BUKAN KEHENDAKNYA SENDIRI
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran