Bacaan : Kisah Para Rasul 19:11-20
Suatu kali ibu pendeta di gereja saya sedang berias, merapikan
alisnya. Diam-diam, anaknya yang kecil mengamati dengan serius.
Begitu sang ibu selesai, si anak ganti mengambil alat cukur itu dan
mencoba melakukan yang sama. Tapi karena ia tak paham apa yang
dilakukan ibunya, maka ia mencukur habis alisnya! Begitulah kalau
meniru sembarangan. Tidak tahu apa itu dan bagaimana itu dilakukan.
Hasilnya pun beda!
Ketika pelayanan Paulus dipakai Tuhan secara luar biasa di Efesus,
banyak orang mencoba meniru-niru. Di antaranya, anak-anak imam Skewa.
Mereka melihat bahwa sepertinya mudah melakukan mukjizat seperti
Paulus. Jadi, mereka menghampiri orang yang kerasukan setan, dan
mencoba mengusir setan itu. Tetapi mereka tidak menarik kuasa Tuhan
bekerja. Apa sebabnya? Mereka salah meniru! Mereka sendiri tidak
menerima Injil, tidak memiliki hubungan pribadi dengan Yesus (ayat
13). Itu sebabnya kata-kata mereka kosong dan tidak berkuasa. Dan
nama Tuhan, tak dapat dipermainkan. Akibatnya malah lebih mengerikan,
roh jahat itu ganti menyerang dan mempermalukan mereka (ayat 15,16).
Jika kita melihat hamba-hamba Tuhan yang dipakai untuk menunjukkan
kuasa-Nya, barangkali kita berpikir bahwa itu mudah ditiru. Namun,
jangan asal meniru. Lihatlah bahwa sebelum menghadapi sebuah
peperangan rohani atau mendoakan orang lain, mereka telah memelihara
hubungan yang dekat dengan Allah. Jadi, tirulah dengan benar, jangan
hanya di permukaan. Setiap orang yang menarik kuasa Tuhan bekerja,
pastilah orang yang memiliki hubungan pribadi yang erat dengan
Kristus. Yang percaya bahwa kuasa-Nya dahsyat, dan rindu meninggikan
nama-Nya --AW
NAMA YESUS SUNGGUH NYATA BERKUASA
BAGI SETIAP ORANG YANG MENGASIHI-NYA
|