Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > MENGULURKAN TANGAN
< Juni
2009
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Rabu, 10 Juni 2009

Bacaan Setahun : 2Raja 11-14
Nats : Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu (Lukas 5:13)

MENGULURKAN TANGAN

Bacaan : Lukas 5:12-16

Suster Gisela Borowka adalah seorang perempuan asal Jerman. Sejak tahun 1963, ia memilih mengabdikan diri merawat para penderita kusta di Pulau Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika pertama kali datang, Gisela harus berhadapan dengan kenyataan, para penderita kusta dikucilkan masyarakat sekitar. Tidak ada yang mau mengurus mereka. "Biarlah mereka hidup bersama kita, mereka juga citra Allah. Jangan lukai hati mereka, mereka telah terluka; tidak saja sakit fisik, tetapi juga sakit hati," kata Gisela.

Pada zaman Tuhan Yesus, para penderita kusta juga mengalami nasib hampir serupa. Mereka diasingkan, berpakaian compang-camping, menutupi muka sambil berteriak: Najis! (Imamat 13:45). Kondisi yang membuat mereka dibenci oleh masyarakat pada umumnya, hingga akhirnya mereka juga membenci diri mereka sendiri. Maka kita bisa membayangkan rasa lega dan sukacita si kusta, ketika Tuhan Yesus tidak mengusirnya, tetapi justru mengulurkan tangan-Nya dan menjamah dirinya. "Aku mau, jadilah engkau tahir," kata-Nya. Kesembuhan pun terjadi; bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin.

Barangkali di sekitar kita pun tinggal orang-orang yang tersisihkan; mereka yang entah karena berbagai sebab, dianggap sebagai "sampah", dibuang dan diasingkan. Ingat, mereka pun adalah citra Allah. Jangan menambahi luka mereka sebab mereka juga berhak menerima uluran dan jamahan kasih Allah. Tidakkah kita rindu berbagi kasih dengan mereka? Semoga melalui uluran dan jamahan tangan kita, kesembuhan bisa terjadi. Kalaupun bukan kesembuhan lahiriah, paling tidak kesembuhan batiniah --AYA

SUDAHKAH KITA MENGULURKAN TANGAN

KEPADA SESAMA YANG TERASING?
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran