Bacaan : Markus 3:13-19
Anak bungsu saya, Sofie, masih berumur lima bulan. Saya tidak
mengerti celoteh yang sering ia gumamkan. Saya yakin Sofie juga belum
mengerti cerita dan kata-kata yang saya ucapkan kepadanya. Namun,
entah bagaimana saya merasakan bahwa kami dapat berkomunikasi. Lewat
pandangan mata, sentuhan, senyuman, dan tawa, kami berbagi cinta dan
perasaan. Yang kami perlukan adalah waktu untuk bersama. Dalam
kebersamaan itu, banyak hal terjadi. Sebagai orangtua, salah satu
tugas saya yang terpenting adalah untuk ada bersama-sama dengan
Sofie.
Ketika Yesus memanggil murid-murid, Dia mengharap agar mereka
menyertai Dia (NIV: to be with Him) dan memberitakan Injil, serta
mengusir setan-setan (ayat 14,15). Kita kerap tidak memahami bahwa
salah satu tugas yang diberikan Yesus adalah untuk menyertai Dia,
untuk bersama-sama Yesus ke mana pun Yesus pergi, sehingga mereka
mengenal-Nya. Dengan mengenal-Nya, mereka percaya. Dengan percaya,
mereka mengasihi-Nya. Dan dengan mengasihi-Nya, mereka taat pada-Nya.
Hidup bersama-Nya dan mengasihi-Nya adalah sesuatu yang sangat
diinginkan dan diharapkan Yesus dari kita.
"Bersama Yesus" dapat dilakukan dengan memberi waktu untuk mendengar
dan berbicara dengan-Nya melalui pembacaan firman dan doa. Ada yang
merasa bahwa dengan memberi uang, sudah cukup baginya menjalin relasi
dengan Tuhan. Yang lain beranggapan kegiatan rohani yang padat
merupakan ekspresi kedekatan dengan Tuhan. Namun, tugas penting kita
sebagai murid adalah menjalin hubungan pribadi bersama-Nya. Lewat
kebersamaan inilah lahir kemurahan dan kebaikan untuk dibagi pada
sesama --DBS
BERSAMA-SAMA YESUS
ADALAH SEBUAH TUGAS DAN PANGGILAN
|