Bacaan : Matius 6:19-24
Teknologi komputer menawarkan kemungkinan multitasking: kita bisa
melakukan beberapa pekerjaan sekaligus di layar monitor. Kita,
misalnya, bisa menulis artikel sambil memperbarui status di Facebook,
chatting, memeriksa kabar terbaru di situs berita, dan menonton video
di YouTube. Pertanyaannya: benarkah kita melakukan semua itu
sekaligus? Mungkin saja kita dapat meloncat dari satu tugas ke tugas
lain secara cepat, tetapi pikiran kita sebenarnya hanya bisa berfokus
dan berkonsentrasi pada satu tugas setiap kali.
Begitu juga dengan pengabdian kita. Pengabdian berarti menjadikan
sesuatu atau seseorang sebagai fokus kehidupan kita. Ketika Yesus
mengatakan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan sekaligus,
berarti kita hanya bisa mengabdi kepada satu tuan-Allah atau mamon.
Mamon berarti harta kekayaan, tetapi secara umum dapat diartikan
sebagai segala sesuatu di dunia ini yang kita anggap penting. Jadi,
Yesus menegaskan bahwa pengabdian kita kepada Allah harus total,
tidak terbagi-bagi.
Siapakah tuan atas diri kita? Siapa yang mengontrol kehidupan kita?
Allah atau hal-hal lain-uang, karier, hobi, kecemasan, kecemburuan,
amarah? Dapatkah kita berkata jujur bahwa Allah benar-benar menjadi
fokus pengabdian kita? Atau, kita mencoba melakukan multitasking
dengan menyembah Allah pada hari Minggu, dan disibukkan oleh hal-hal
lain pada hari-hari berikutnya? Kita dapat melakukan tes sederhana
untuk mengujinya: perkara yang paling menyita pikiran, waktu, dan
energi kita, itulah tuan kita --ARS
KITA HANYA BISA MENGABDI KEPADA TUHAN
DENGAN SEPENUH HATI ATAU TIDAK SAMA SEKALI
|