Bacaan : Keluaran 2:1-10
John Lie, pejuang kemerdekaan dari Manado, terkenal karena
tindakannya menjual karet mentah dan membeli senjata di Thailand
untuk mendukung perlawanan tentara Indonesia terhadap Belanda.
Laksamana Muda ini melakukan paling tidak lima belas penyelundupan
antara 1947 dan 1949. Suatu malam, perahunya terlihat oleh kapal
perang Belanda, dan sepertinya kali ini mereka tidak mungkin
melarikan diri dari musuh. Ia mengumpulkan awak kapal, membuka
Alkitab, membacanya, dan berdoa. Ajaib, mereka berhasil lolos!
Peristiwa itu membuat wartawan asing menjulukinya sebagai
"penyelundup hebat yang membawa Alkitab."
Ibu Musa juga penyelundup hebat. Ia tahu, ia akan melanggar hukum
Tuhan jika membunuh bayinya. Ia memilih satu-satunya alternatif yang
tersedia: menyembunyikan Musa kecil. Kemudian, setelah tak mungkin
menyembunyikannya lebih lama, ia memasukkan Musa ke dalam peti pandan
dan menghanyutkannya ke sungai Nil (ayat 3). Tuhan memakai
tindakannya yang penuh keberanian itu untuk membawa Musa, sosok yang
dipilih Tuhan sebagai pembebas Israel, ke dalam istana Firaun.
Orang benar, kata Salomo, merasa aman seperti singa muda. Menurut
Strong\'s Concordance, kata bahasa Ibrani untuk "aman" adalah Batach,
yang juga dapat diterjemahkan "berani, penuh keyakinan". Keberanian
sejati muncul jika kita mengembangkan kebiasaan bersikap dan
bertindak sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. Saat Anda merasa
dikepung musuh, dipaksa untuk bertindak jahat, atau diperhadapkan
pada dilema yang pelik, Anda dapat mengambil keputusan yang tidak
melanggar prinsip-prinsip iman. Itulah keberanian! --ARS
KEBENARAN MEMBANGKITKAN KEYAKINAN
|