Bacaan : Mazmur 148
Murid-murid SD Marsudirini, Yogyakarta, selama lima minggu merelakan
sebagian uang saku mereka disumbangkan untuk kegiatan "Uang Saku
Sehari Selamatkan Bumi" di sekolah mereka. "Karena menyumbang, saya
sering tidak bisa jajan banyak kalau istirahat, tetapi enggak apa-apa
karena semua teman juga begitu," ujar seorang murid. Pengorbanan
mereka tidak sia-sia. Dana yang terkumpul kemudian dibelikan lima
ribuan bibit pohon yang dipergunakan untuk menghijaukan kembali
Perbukitan Menoreh pada November 2008.
Pemazmur mengundang seluruh ciptaan-di surga, di ruang angkasa, di
bumi-untuk menaikkan pujian bagi Tuhan. Di bumi, makhluk-makhluk yang
tidak berakal budi pun, termasuk pohon-pohon, mengambil bagian dalam
konser agung untuk memuliakan Sang Pencipta ini.
Alam diciptakan untuk memuliakan Tuhan, dan manusia mendapatkan
mandat untuk memelihara dan menguasainya. Mandat itu bukan surat izin
untuk mengeksploitasi alam dengan sesuka hati. Sebaliknya, Allah
menghendaki kita menjadi "pengurus yang baik dari kasih karunia
Allah" (1 Petrus 4:10), menata planet ini sesuai dengan kehendak-Nya
dan untuk menggenapi tujuan-Nya. Alih-alih merusak alam, kita perlu
berperan serta dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan.
Banyak langkah praktis untuk memelihara alam lingkungan. Dalam
kegiatan hari ini, misalnya, dapatkah kita menghemat pemakaian
kertas, penggunaan air bersih, dan pemanfaatan energi (BBM, listrik,
gas)? Bisakah kita mengurangi penggunaan plastik? Mungkin kita malah
sempat menanam dan memelihara pohon --ARS
TUHAN HANYA SEKALI MENCIPTAKAN DUNIA
SELANJUTNYA TUGAS KITA UNTUK MEMELIHARA
|