Bacaan : 1Petrus 5:1-11
Kehidupan Gereja Ortodoks Rusia kini kembali marak setelah satu
dekade lamanya dibelenggu rezim yang dulu berkuasa. Uniknya, ketika
banyak gedung gereja dibuka kembali, sebuah gedung gereja berusia 200
tahun di Moskow dikabarkan lenyap! Setelah diselidiki, rupanya ini
akibat ulah penduduk sekitar. Mereka mencopoti batu bata bangunan
gereja satu per satu, lalu menjualnya. Setelah sekian tahun, akhirnya
gereja itu pun lenyap tak berbekas!
Lenyapnya persekutuan umat Tuhan bisa terjadi seperti itu. Sedikit
demi sedikit, Iblis menabur benih perpecahan di hati tiap orang. Yang
satu menjadi sombong, lainnya tidak puas. Yang tua bertindak keras,
yang muda memberontak. Jika dibiarkan, anggotanya akan mundur satu
per satu karena tawar hati. Akhirnya, persekutuan pun bubar.
Menyadari hal ini, Rasul Petrus menasihati para penatua agar memimpin
jemaat dengan penuh kasih dan kesabaran, seturut kehendak Allah (ayat
1,2); menggembalakan, bukan memerintah (ayat 3). Sebaliknya, kaum
muda perlu belajar tunduk, tidak memberontak (ayat 5). Semua anggota
diminta saling merendahkan diri (ayat 5,6). Segala keresahan harus
dibawa bersama di hadapan Tuhan, tidak diselesaikan dengan hikmat
manusia (ayat 7). Jika semua pihak bisa mawas diri, Iblis kehilangan
peluang untuk merusak kesatuan jemaat.
Bagaimana suasana persekutuan di gereja Anda? Apakah benih kepahitan
dan persengketaan meracuni hati? Adakah teman yang telah undur karena
tawar hati? Waspadalah! Jangan beri peluang bagi si Iblis untuk
menelan kita --JTI
CABUTLAH BENIH SENGKETA YANG IBLIS TABURKAN
SEBELUM IA TUMBUH DAN BERBUAHKAN PERPECAHAN
|