Bacaan : Efesus 5:8-17
Dalam bukunya yang berjudul 365 Anak Tangga Menuju Hidup
Berkemenangan, Pdt. Eka Darmaputera memberi penjelasan yang menarik
tentang perbedaan balon dan telur. Keduanya sama-sama bulat lonjong,
tetapi ada perbedaan esensial. Balon kelihatannya indah dan menarik,
coraknya meriah dan berwarna-warni, lincah dan ringan bergerak ke
sana kemari. Namun, itu hanya penampakan dari luar, sedang di
dalamnya kosong. Tidak ada apa-apa. Hanya angin. Berbeda dengan
telur; dari luar tampak tidak semenarik dan secantik balon, tetapi di
dalamnya terkandung potensi kehidupan.
Balon bisa diumpamakan sebagai "perbuatan kegelapan"; enak, gampang,
penuh daya pikat, dan menyenangkan, tetapi tidak berbuahkan apa-apa,
kecuali kehampaan dan kesia-siaan. Maka, Paulus menasihati kita
supaya tidak turut mengambil bagian di dalamnya (ayat 11). Sedangkan
telur seumpama "perbuatan terang"; tidak gampang, tidak menarik,
tetapi di dalamnya terkandung "potensi kehidupan", sebab berbuahkan
kebaikan dan keadilan dan kebenaran (ayat 9).
Apakah hidup kita seperti balon; penuh "kesemarakan", tetapi kosong
dan berujung pada kesia-siaan? Atau, menjadi seperti telur; "biasa
saja", tetapi "berisi" dan berbuah hal-hal indah dalam kehidupan?
Tergantung sikap kita. Kalau kita menjadi "penurut-penurut Allah"
(ayat 1), hidup kita akan seperti telur. Sebaliknya, kalau kita
membiarkan diri dikendalikan oleh "nafsu kedagingan", hidup kita akan
menjadi seperti balon. Maka, perlu sekali kita memperhatikan dengan
saksama bagaimana kita hidup. Janganlah hidup seperti orang bebal,
tetapi hidup seperti orang arif (ayat 15) --AYA
APAKAH HIDUP KITA AKAN BERMAKNA ATAU BERLALU SIA-SIA
TERGANTUNG BAGAIMANA KITA MENGELOLA HIDUP KITA
|