Bacaan : Kisah Para Rasul 4:34-5:5
Sebuah gereja memerlukan dana untuk membeli sepuluh unit pendingin
udara (AC). Seorang yang kaya tergerak mempersembahkan dua unit. Tiga
tahun kemudian, muncul ketegangan antara si orang kaya dengan
pendeta. Ia tersinggung karena usulnya untuk mengubah gaya ibadah
tidak diterima. Akhirnya, ia memutuskan angkat kaki dari gereja itu.
Namun sebelumnya ia meminta agar dua unit pendingin udara yang pernah
ia berikan, dicopot! Begitulah jika memberi tidak dengan tulus, hanya
untuk mencari "nama". Padahal, memberi persembahan bagi Tuhan berbeda
dengan menyumbang ke yayasan sosial. Ini menyangkut komitmen dengan
Tuhan.
Ananias dan Safira juga tidak dipaksa mempersembahkan seluruh hasil
penjualan tanahnya untuk gereja. Mereka berhak memberi berapa pun.
Tergantung kerelaan hati. Masalahnya, mereka berdusta. Sesudah
berkomitmen mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah, mereka
menahannya sebagian. Masalah lain, mereka tidak tulus memberi
persembahan. Mencoba menampilkan kesan bahwa mereka lebih murah hati
dari yang sebenarnya. Karena hal inilah mereka berdosa, selain
mendustai Allah sekaligus jemaat-Nya, mereka juga telah bengkok hati
dalam memberi persembahan. Tindakan mereka mencemari kesaksian gereja
sehingga mendapat hukuman berat.
Ketika Anda memberi persembahan, berilah dengan hati tulus. Jangan
mengharapkan imbalan apa pun. Kalaupun Anda memberi banyak, jangan
merasa menjadi "donatur besar gereja" yang harus diperlakukan khusus.
Persembahan bisa menjadi berkat bila muncul dari hati yang tulus.
Sebaliknya, bisa menjadi kutuk bila bertolak dari hati yang bengkok
-JTI
TUHAN TAK HANYA MELIHAT PERSEMBAHAN ANDA
DIA MELIHAT KEMURNIAN HATI ANDA
|