Bacaan : Matius 8:23-27
Salah satu kasus terbanyak penyebab kecelakaan di jalan tol adalah
pengemudi yang mengantuk. Tidak heran di setiap jalan tol biasanya
tersedia rest area atau tempat beristirahat. Pengemudi yang mengantuk
diimbau untuk menepi dan beristirahat sejenak. Lembaga Antariksa
Amerika Serikat (NASA) pernah melakukan penelitian tentang pengaruh
tidur sesaat kepada para pilot militer dan astronot. Hasilnya, dengan
tidur empat puluh menit, kinerja mereka meningkat 34%. Kesiagaan dan
konsentrasi mereka pun meningkat hingga 100%.
Kita perlu beristirahat untuk melepas kepenatan, kesumpekan, dan
kelelahan demi mengembalikan tenaga. Tidur membuat metabolisme dalam
tubuh kita melambat. Seluruh organ tubuh beristirahat. Tubuh kita
melakukan perbaikan jaringan yang rusak. Itulah sebabnya, tidur yang
cukup akan memberi kesegaran, tidak hanya jasmani, tetapi juga
rohani. Namun, kita kerap kali mengorbankan waktu tidur hanya demi
mengejar target pekerjaan atau belajar. Hal ini tentu saja keliru,
karena secara alamiah tubuh kita justru akan lebih produktif apabila
cukup tidur. Apalagi, kurang tidur juga bisa menyebabkan emosi kita
menjadi tidak stabil.
Hari ini kita menyimak kisah tentang Tuhan Yesus yang tengah tidur di
dalam perahu saat berlayar bersama para murid. Kesibukan mengajar dan
melayani orang banyak tentu membuat-Nya lelah dan penat. Dalam
kemanusiaan-Nya, seperti juga kita, Tuhan Yesus pun memerlukan tidur.
Secara alamiah, tidur membuat-Nya tidak kehilangan kendali diri,
bahkan ketika krisis terjadi (ayat 26). Sudahkah kita cukup tidur
hari ini? -AYA
TIDUR CUKUP MENJAGA PRODUKTIVITAS
BAIK JASMANI MAUPUN ROHANI
|