Bacaan : 2Korintus 4:1-15
Sepulang sekolah, Kathleen, putri saya, suka bermain bola di rumah.
Anak usia empat tahun itu sangat suka memantul-mantulkan bola
kesayangannya ke lantai. Suatu saat ia berkata, "Pa, Kathleen suka
dengan bola ini. Tiap kali Kathleen membanting bola ini, ia malah
melambung tinggi. Lucunya, semakin keras dibanting, ia malah
melambung makin tinggi ya, Pa."
Paulus adalah seorang rasul yang berterus terang tentang realitas
kehidupan dan pelayanan yang tengah dilakukannya. Sejak menyerahkan
diri untuk melayani Tuhan, masalah justru seakan-akan enggan
meninggalkannya. Ketika melayani jemaat di Korintus, ia pun tidak
bebas dari masalah. Jemaat Korintus terkenal dengan reputasinya yang
buruk. Banyak hal yang terjadi dalam jemaat ini, telah menyakitkan
hati Allah dan Paulus. Misalnya perpecahan, juga tindakan tidak
bermoral. Secara logika, sangat masuk akal bila Paulus mempertanyakan
penyertaan Tuhan atas hidupnya, memprotes, atau bahkan mengambek.
Namun, Paulus tidak melakukannya. Ia tetap setia memegang komitmen
pelayanannya.
Inilah inti "karakter pelayanan kristiani" sejati yang harus dimiliki
oleh setiap pelayan Tuhan; di mana pun dan dalam peran apa pun.
"Ditindas namun tidak terjepit ... habis akal namun tidak putus asa
... dianiaya namun tidak ditinggalkan sendiri ... dihempaskan namun
tidak binasa" (ayat 8,9). Saya menyebutnya "Kristen bola", yang tak
menjadi "kempes" walaupun "dibanting" dengan berbagai tantangan dan
kesulitan. Apa rahasianya? "Kami senantiasa membawa kematian Yesus
dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus nyata dalam tubuh kami"
(ayat 10) -MZ
MASALAH SEBESAR APA PUN
DAPAT DILEWATI BERSAMA TUHAN
|