Bacaan : Markus 6:30-44
Mukjizat lima roti dan dua ikan diawali dengan belas kasihan Yesus
(ayat 34). Namun rupanya Yesus tidak bermaksud bekerja sendirian. Ia
meminta partisipasi dari pihak orang banyak. Sabda-Nya, "Berapa
banyak roti yang ada padamu?" Bahkan tidak hanya bertanya, Dia juga
menekankan perlunya partisipasi itu. Mari perhatikan sabda
lanjutan-Nya, "Cobalah periksa!" Dan, akhirnya dari hasil pemeriksaan
itu, mereka mendapatkan lima roti dan dua ikan.
Mukjizat Tuhan tidak dilakukan di dalam kehampaan. Yesus meminta kita
untuk mengambil bagian. Apabila kita mengelak dengan mengatakan bahwa
kita tidak memiliki apa pun, Yesus akan "masuk" lebih dalam dan Dia
akan berkata, "Coba periksa dulu ... periksa ... periksa ... apa yang
ada padamu!" Dan bila kita sudah menemukannya, bawalah itu
kepada-Nya. Dia akan "mengambilnya ... menengadah ke langit,
mengucapkan berkat atas apa yang kita bawa, dan memberkatinya",
kemudian menggunakan hal itu demi menjadi berkat yang lebih berarti
bagi hidup orang-orang lain di sekitar kita.
Kita belajar satu hal penting dari kisah lima roti dua ikan yang
menjadi makanan untuk lima ribu orang dan bersisa dua belas bakul.
Mukjizat Tuhan dimulai dengan belas kasihan Tuhan yang berpadu dengan
keterlibatan dari umat yang bersedia.
Adakah Anda bersedia dipakai menjadi saluran mukjizat Tuhan?
Periksalah apa yang ada pada Anda dan bawalah itu kepada Yesus agar
diberkati dan dipakai-Nya. Dia tidak pernah meminta apa yang Anda
tidak punya. Dia meminta apa yang Anda punya. Anda mengatakan bahwa
Anda tidak punya apa-apa? Cobalah periksa dulu! -DKL
BAWALAH TALENTA ANDA KEPADA TUHAN
DIA AKAN MELIPATGANDAKANNYA
|