Bacaan : Matius 26:6-16; Yohanes 10:17,18
Selama ini saya menduga Yudas menjual Gurunya seharga tiga puluh
keping uang perak karena sifatnya yang tamak. Cerita yang tertulis di
dalam Alkitab mengenai Yudas meyakinkan saya akan hal ini (Matius
26:8,9; Yohanes 12:6).
Saya mencoba menghitung nilai uang perak itu dalam rupiah. Menurut
Dake\'s Bible, tiga puluh keping uang perak sama nilainya dengan 19,20
dolar Amerika. Katakanlah satu dolar Amerika setara dengan
Rp9.000,00. Berarti "harga" Yesus kurang lebih adalah Rp172.800,00.
Murah sekali! Jadi, pasti uang bukan menjadi faktor utama Yudas
menjual Yesus. Apalagi kemudian Yudas mengembalikan uang itu kepada
para imam.
Rupanya Yudas memiliki harapan seperti orang Yahudi pada umumnya,
yaitu menjadikan Yesus sebagai pahlawan secara politik dengan cara
melawan kekaisaran Romawi. Namun, ketika orang banyak berniat
mengangkat-Nya menjadi raja, Yesus malah mengasingkan diri. Bukan
hanya itu, Yesus juga malah mengajar mereka untuk memberikan kepada
kaisar apa yang menjadi haknya. Jadi, cara yang paling pamungkas
untuk memaksa Yesus melawan adalah dengan menyerahkan Dia kepada para
imam. Namun, Yesus memilih jalan salib. Yudas pun frustrasi dan
gantung diri (Matius 27:5).
Bila direnungkan, kerap kali kita juga "mengkhianati dan menjual"
Yesus demi mencapai tujuan kita sendiri, yaitu ketika kita memaksakan
cara dan kehendak kita sendiri. Namun, Yudas telah menjadi contoh
agar kita tak mengulang kesalahannya. Tuhan tahu yang lebih baik.
Biarlah dalam seluruh aspek kehidupan kita belajar tunduk dan
mengikuti jalan-Nya -ACH
KERAP KALI KITA MERASA TAHU MANA YANG BAIK
TETAPI ALLAH SELALU MEMIMPIN KITA PADA YANG TERBAIK
|