Bacaan : Kejadian 41:25-46
Saat itu, status Yusuf masih narapidana. Namun karena hikmatnya, ia
dapat berdiri di hadapan Firaun dan para pegawainya. Raja yang putus
asa karena tak seorang ahli pun tahu makna mimpinya (ayat 24), kini
mendapat jawaban hebat dan tepat dari narapidana Ibrani ini. Yusuf
mengartikan mimpi Firaun bahwa akan ada 7 tahun kelimpahan dan 7
tahun kelaparan. Namun, ia juga segera memberi jalan keluarnya:
sebagian hasil bumi harus disimpan dalam lumbung selama masa
kelimpahan, agar di masa kesusahan ada persediaan. Agaknya Yusuf
layak disebut ahli ekonomi dan ahli strategi sosial.
Ternyata, berada di negeri asing tak menghalangi kecemerlangan
hikmatnya. Ia menabrak batas politis. Dalam tahuntahun berikutnya
Yusuf menunjukkan bahwa pilihan Firaun tidak salah. Ia terbukti
mumpuni (ayat 53-57). Ini menarik untuk direnungkan. Bukan hanya
peningkatannya dari narapidana ke penguasa Mesir, melainkan juga
sikap Yusuf yang sungguh memberikan hati untuk mengelola tugas berat
di tanah asing. Dengan itu, ia pertama-tama berguna bagi Mesir.
Namun kemudian, ia juga berguna bagi Israel, yang pada masa
kelaparan tertolong oleh kemakmuran Mesir.
Yusuf melihat bahwa hidupnya yang naik turun-dijual sebagai budak,
masuk penjara, sengsara, hingga dimuliakan di Mesir-sebagai karya
Allah: "sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku
mendahului kamu" (45:5). Mari belajar dari Yusuf yang mengelola
hidup demi membawa sejahtera bagi orang lain, masyarakat, dan
bangsanya. Mari gunakan hikmat yang Allah karuniakan kepada kita
dalam bidang masing-masing, untuk memberkati komunitas di tempat
kita hidup -DKL
DI MANA KITA HIDUP
DI SITULAH KIRANYA TUHAN DIPUJI-PUJI
|