Bacaan : Nehemia 1:1-11
Teks Indonesia Raya karya W.R. Soepratman pertama kali
dipublikasikan pada tahun 1928 oleh surat kabar Sin Po. Naskah
aslinya terdiri dari tiga bait. Namun, kita biasa menyanyikan bait
pertamanya saja yang menyorakkan kemerdekaan. Padahal bait kedua dan
ketiga memiliki isi yang begitu penting bagi kelanjutan bangsa ini.
Yakni mengajak seluruh masyarakat berdoa bagi Ibu Pertiwi. Berikut
adalah cuplikan bait kedua:
Indonesia! Tanah yang mulia,
tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berada
untuk s\'lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka,
pusaka kita semuanya.
Marilah kita berdoa, "Indonesia bahagia!"
Hari ini kita belajar dari Nehemia. Ketika ia mendengar berita
tentang bangsanya yang porak poranda, ia segera berpuasa dan berdoa.
Ia berkabung untuk bangsanya yang mengalami kesukaran besar dan
dalam keadaan tercela. Ia pun mengakui dosa diri dan keluarganya,
meski ia bukanlah penyebab kesukaran bangsanya. Nehemia adalah
seorang pemimpin yang selalu berdoa. Ia mengenal Tuhan secara dekat.
Pengenalan ini mendorongnya untuk berani berdoa bagi bangsanya. Ia
pun setia menanti jawaban Tuhan.
Mari kita belajar menjadi Nehemia bagi bangsa ini. Bukan
terus-menerus mengkritik, tetapi setia berdoa dan berpuasa bagi
negeri ini. Mari kita sehati berdoa bagi Indonesia, karena negeri
ini merdeka bukan karena kebetulan. Kita diselamatkan oleh Tuhan
untuk menjadi para pendoa yang setia bagi Indonesia. Mari kita mulai
dari gereja tempat kita beribadah dan melayani. Mari kita mulai
sejak sekarang, tak ada kata tunda -BL
MARILAH KITA BERDOA, "INDONESIA BAHAGIA!"
|